Terkait Reforestasi Lahan di Aceh, Sejumlah Bupati Ikuti Rakor Bersama Dewan Ketahanan Nasional

JAKARTA: Sejumlah bupati ikuti rapat koordinasi bersama dewan ketahanan nasional terkait refortasi lahan di Aceh hadiri rapat koordinasi dengan Dewan Ketahanan Nasional tentang rencana Pemerintah Pusat untuk melakukan Reforestasi lahan di Aceh, 6/6/2018).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekjen Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI Doni Manardo tersebut membahas sejumlah kerusakan lahan di Aceh, untuk dilakukan penghijauan kembali baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“ Kami perlu mendapatkan informasi kondisi wilayah hutan saat ini di Aceh dari para Bupati yang hadir, guna merangkum semua masalah yang ada dan dirumuskan upaya refortasi atau penghijauan kembali ”jelas Letjen TNI Doni Manardo.

Ia menambahkan kegiatan ini merupakan perintah langsung Presiden Joko Widodo, bulan Mei lalu, “adi nantinya akan kami laporkan langsung kepada Bapak Presiden, kita akan libatkan seluruh unsur dalam program ini, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Pihak swasta” terang Sekjen Dewan Ketahanan Nasional tersebut.

Tambahnya, “ Saat ini solusi yang rencana kami untuk upaya refortasi hutan khusus di daerah penghasil kopi, yaitu dengan menanam kopi dilokasi hutan yang rusak, karena dengan menanam kopi sama dengan menghutankan kembali lahan yang gundul dan bernilai ekonomi yang tinggi” pungkas Jenderal bintang tiga tersebut.

Dirut kapal api Soedomo Mergonoto yang juga hadir dalam rapat tersebut, menyatakan siap mendukung program Pemerintah itu dan akan berinvestasi untuk membangun industri kopi, untuk perkebunan kopi, ia menyatakan menyerahkan ke masyarakat dengan cara membantu biaya penanaman akan tetapi penjualan hasilnya harus kepada perusahaan miliknya.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Ahmadi yang juga ikut serta dalam kegiatan tersebut menyatakan kesiapan Kabupaten yang ia pimpin untuk mendukung program tersebut.

“ Pemerintah daerah siap mendukung penanaman kopi guna penghijauan kembali, jika memang pihak swasta seperti kapal api mau membangun industri dan berkebun, kami akan dukung sepenuhnya, karena yang terpenting demi kesejahteraan masyarakat”ujar Ahmadi.

Bupati ini juga menjelaskan tidak dapat dipungkiri wilayah hutan di Bener Meriah mengalami kerusakan, akan tetapi tidak dalam jumlah yang besar, perambahan yang terjadi karena masyarakat memerlukan tanah untuk berkebun, “Sehingga perlu adanya kajian dan regulasi yang tepat dari Kementerian Kehutanan tentang penggunaan lahan demi kegiatan ekonomi masyarakat” harap Ahmadi.

Rapat yang berlangsung di sekretariat Dewan Ketahanan Nasional tersebut di juga di hadiri oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen Abdul Hafil Fuddin, Bupati Aceh tengah Shabela Abubakar, Bupati Gayo Lues Muhammad Amru, Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud dan Bupati Aceh Selatan Dedi Yuswadi,S.STP.

SHARE