Sejumlah 37 Warga Binaan Rutan Takengon Bebas

  • Whatsapp
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat mendengarkan arahan dari Kepala Rutan Kelas II B Takengon Zulkifli,SH didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah Nislianudin, SH (Photo/Kar)

Kabargayo.com, Takengon; Sebanyak 37 Narapidana Rumah Tahanan Negara Kelas II B Takengon hirup udara bebas lebih cepat dari yang seharusnya demi mencegah penyebaran wabah virus Corona.

Dari 37 Narapidana tersebut, terdiri dari 36 laki-laki dan satu orang perempuan.

Read More

Kepala Rutan Kelas II B Takengon Zulkifli,SH mengaku, sebelumnya jumlah yang diajukan untuk pengeluaran dan pembebasan Narapidana melalui asimilasi dan integrasi itu sebanyak 54 orang. Namun yang memenuhi syarat hanya sebanyak 37 orang.

“Yang telah memenuhi syarat untuk bebas telah menjalani 2/3 masa pidana pada 31 Desember 2020 mendatang. Sisanya sebanyak 15 lagi menyusul menunggu intruksi selanjutnya,” kata Zulkifli usai penyerahan surat pembebasan Napi di Rutan Takengon, Jum’at (02/04/2020).

Ketentuan itu kata Zul, telah diatur dalam keputusan Mentri Hukum dan HAM bernomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang pengeluaran dan pembebasan Narapidana dan anak melalui Asimilasi dan integrasi dalam rangka mencegah dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Keputusan Menteri itu terang Zul, lantaran tingginya tingkat hunian di Rutan sehingga rentan terhadap penyebaran Pandemi virus Corona. Meski telah dibebaskan, 37 Narapidana itu tetap dalam pantauan Rutan Takengon, Kejaksaan Aceh Tengah dan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Untuk itu jangan berkeluyuran setelah bebas, kalian tetap dalam pantauan kami, tetap dirumah, jika dibutuhkan pihak Rutan harus siap datang. Satu hal yang paling penting, jangan ulangi kejahatan,” terang Pria Asal Porang Gayo Lues itu.

Lebih lanjut kata dia, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dibebaskan tersebut selain dari peraturan PP Nomor 99 tahun 2012 yaitu, pelaku tindak pidana Korupsi, Terorisme, Narkotika dan pelanggaran HAM berat.

“Pembebasan hari ini hanya bagi narapidana yang tidak terkait dengan PP Nomor  99 tahun 2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan, tidak sedang menjalani Subsider dan bukan Warga Negara Asing. Selain itu, jika syarat nya telah terpenuhi maka akan dibebaskan,” jelas Zulkifli didampingi Kepala Kejaksaan Aceh Tengah Nislianudin,SH.

Hingga saat ini dari jumlah 378 Napi di Rutan Takengon dipastikan tidak ada yang terapapar virus Corona. Namun dari jumlah yang dibebaskan itu. Hunian Rutan tersebut masih berstatus Over Kapasitas dari yang seharusnya yaitu 120 orang.

“Allhamdulilah sampai hari ini tidak ada Warga Binaan Pemasyarakatan yang terpapar virus Corona, karena kami telah meniadakan jam berkunjung, dan tidak menerima kiriman apapun dari luar rutan terutama dari keluarga, tujuannya untuk mencegah penularan wabah Covid-19,” tutup Zulkifli.(KAR)

Related posts