Sebut Kopi Gayo Tidak Organik, Pengusaha Syukran; “Ketua AEKI Salah Minum Obat”

  • Whatsapp
Pengusaha Syukran, Dengan Label marketingnya

Kabargayo.com, Takengon; Merespon pernyataan Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Aceh, Armia Hasan yang menilai jika Kopi Arabika Gayo bukan lagi sebagai kopi organik terbaik di dunia, Syukran salah satu pengusaha Kopi olahan kopi Wine Gayo menyatakan bahwa apa yang disampaikan ketua AEKI tersebut merupakan pernyataan yang merugikan petani Kopi Arabika Gayo.
Menurut Syukran, Kopi Arabika Gayo sampai saat ini masih merupakan Kopi organik terbaik dan itu bisa dipertanggung jawabkan.  Hanya saja, ada pengusaha-pengusaha yang tidak jujur dalam hal ini, disaat pasar meminta kopi Organik tapi di kirim kopi yang tidak organik.

“Itu akibat ulah oknum nakal saja, yang diminta organik tapi dikirim tidak sesuai dengan persyaratan organik, kan mereka ada sertifikasi organik, itu ada ketentuan, kopinya dari mana dan kebun siapa, nah kok bisa tidak organik itu jadi pertanyaan atau jangan-jangan mereka membeli kopi tidak dari petani binaannya mereka, lalu dijual atas nama organik,” ujar Syukran sambil mengatakan Ketua AEKI salah minum obat .

Read More

Syukran, lebih lanjut menjelaskan bahwa perbuatan semacam itu semestinya harus mendapatkan tindakan yang serius dari pemerintah dan penegak hukum. Sebab, kopi yang telah mendapatkan sertifikat Organik itu mendapatkan premium fee kepada petaninya.

“Ada dua kemungkinan disini, pertama premium fee tidak disalurkan untuk mengapresiasi petani yang telah menanam secara organik dan atau pengusahnya atau koprasinya tidak membeli kopi dari anggota mereka yang telah disertifikasi organik,” kata Syukran.

Syukran juga menekankan, agar ketua AEKI tidak mengeneralisir persoalan ini sehingga tidak merugikan petani kopi Gayo. dan tidak membuat pasar kopi Gayo kebingungan dan berdampak kemana-mana.

“Seperti halnya kami, pengusaha kecil-kecilan, membeli kopi dari petani yang khusus dan kami olah secara khusus kemudian kami pasarkan sendiri, itu kan bisa dipertanggung jawabkan. Meski Kami tidak pakai sertifikasi-sertifikasi, tapi kan terdapak juga, banyak yang tanya-tanya sekarang,” ujar Syukran.

Syukran tengah memetik kopi organik miliknya (foto-kabargayo)

Sementara itu, Feri Yanto, Aktivis dan Pemerhati Kopi Arabika Gayo mengingatkan ketua AEKI untuk tidak mengeluarkan argumentasi yang dapat berdampak tidak baik pada citra Kopi Arabika Gayo itu sendiri seharusnya AEKI melakukan pembinaan bagi eksportir kopi agar tidak menjual non organik pada penjualan yang bersertifikasi organik.

“AEKI seharusnya bertanggung jawab membina eksportir, bukan malah lempar-lempar isu yang merupakan tanggung jawabnya, ini bisa berdampak buruk bagi petani kopi, seharusnya perusahaan dan koperasi eksportir itu yang disuspend, itu baru benar,” ujar Feri Yanto. (KG45)

Related posts