Sayembara Desain Tugu Simpang Lima, Mencari Wajah Baru Kota Takengon

Dinas PUPR Aceh Tengah bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Aceh dan Unsyiah gelar sayembara desain arsitektur tugu kawasan simpang lima, Jika selesai dibangun dipastikan bakal merubah wajah kota Takengon.

TAKENGON: Ada yang berbeda kali ini di Gedung Olah Seni Takengon, deretan karya-karya desain arsitektur berderet rapi berjejer diantara ramai para pengunjung yang asik memperhatikan dengan penuh rasa takjub. Karya-karya arsitek itu adalah desain-desain tugu kawasan simpang lima kota Takengon yang sedang ikut sayembara dan dipamerkan, sejak 13 hingga 15 Desember 2018.

Pembangunan tugu di kawasan Simpang Lima, kawasan pusat kota Takengon sepertinya akan segera bakal terwujud, guna mencari desain terbaik yang sesuai dengan budaya lokal, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas PUPR Aceh Tengah bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Aceh dan Unsyiah mengadakan sayembara untuk mencari karya terbaik dengan memperebutkan hadiah total senilai Rp. 178.500.000.

Pameran yang menampilkan 39 karya arsitektur ini berlangsung meriah dan ramai dikunjungi. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sayembara karya arsitektur kawasan tugu Simpang Lima Takengon, Afrizal, ST mengatakan karya-karya tersebut merupakan karya arsitek lokal dan luar daerah.

“Karya-karya ini berasal dari arsitek lokal maupun luar daerah. Jumlah karya yang kami terima sebenarnya 41, namun hanya 39 karya yang dipamerkan, sedangkan dua lainnya terlambat mengirimkan karya hingga batas waktu yang ditentukan,” jelas Afrizal, ST, Jumat (14/12/2018), kepada wartawan di Takengon.

Ia juga menerangkan, pameran ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi pengunjung memilih juara favorit.

Selain juara favorit, dari semua karya yang ikut sayembara, katanya akan dipilih karya 10 terbaik, yang nantinya 10 nominator tersebut harus mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri, untuk mendapat pemenang sayembara, sementara proses penjuriannya akan dilakukan 15-16 Desember 2018 di Banda Aceh.

Disisi lain, sayembara yang dilakukan ini dinilai langkah maju bagi pengembangan kawasan di suatu wilayah, karena para arsitek terbaik bisa ikut serta menuangkan gagasannya demi terciptanya kawasan yang baik dan indah, terutama dari segi desain kawasan

“Dari yang kita amati, apa yang kita lakukan ini sangat jarang dilakukan di Aceh, untuk kota-kota besar sudah ada yang memulai”ujar Afrizal, ST.

Diharapkan lewat sayembara ini didapatkan karya terbaik yang sesuai dengan ciri khas Aceh Tengah yang akan menjadi tugu di kawasan simpang lima kota dan akan kian mempercantik wajah kota Takengon (Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!