Paya Tumpi Baru Gelar Refleksi untuk Penanganan dan Mitigasi Pasca Bencana

  • Whatsapp

KABARGAYO.COM, Takengon: Sabtu 13 Juni 2020, yang bertepatan dengan sebulan terjadinya banjir Bandang pada 13 Mei lalu, Kampung Paya Tumpi Baru gelar refleksi diskusi terbatas  bertema “Pasca Banjir Bandang dan Upaya Penanganannya” ini, diinisiasi oleh Reje Kampung Paya Tumpi Baru dan didukung penuh oleh Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP).

Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Reje Paya Tumpi Baru ini, dihadiri  Bupati Aceh Tengah, beserta sejumlah Kepala SKPK, Anggota DPRK, Pegiat lingkungan, Akademisi, LSM, Budayawan pemerhati lingkungan, Lembaga Adat, Mukim Kebayakan dan Mapala, Perwakilan APDESI Aceh Tengah, Reje Kampung Paya Tumpi, Banta Kampung Bukit Sama, Mapala, tokoh masyarakat dan sejumlah undangan lainnya.

Read More

Idrus Saputra selaku Reje Kampung Paya Tumpi Baru, dalam pembukaan acara ini mengatakan kegiatan gelaran diskusi terbatas ini dilakukan dalam rangka menemukan langkah-langkah penanganan dan upaya mitigasi dalam kaitannya dengan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang yang terjadi pada 13 Mei 2020 lalu.

Selain itu lanjutnya, pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan momentum untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang setulusnya kepada berbagai pihak atas segala dukungan, dedikasi dan bantuan baik moril maupun materil pada bencana lalu, yang berdasarkan laporan, tercatat donasi bantuan telah diterima dari 114 donatur/lembaga baik lokal, regional dan nasional.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar yang hadir sebagai pembicara menyampaikan bahwa ancaman bencana berupa banjir bandang maupun tanah longsor setiap tahunnya meningkat di Kabupaten ini.

Dia berpendapat, topografi alam Kabupaten Aceh Tengah yang sebagian besar bergelombang, berbukit dan bergunung dengan curah hujan yang tinggi ditambah lagi dengan tutupan hutan yang semakin menyempit, adalah potensi ancaman bencana yang rawan terjadi bila musim penghujan tiba.

Disamping itu, faktor perilaku masyarakat juga ikut memberikan kontribusi dalam memicu terjadinya bencana banjir dan longsor akibat merubah fungsi dan jalur aliran air yang telah terbentuk secara alami dan klasik.

“Ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di daerah kita. Diantaranya topografi, hidrologi dan perilaku masyarakat” tuturnya.

Diskusi ini berlansung dalam dua sesi yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan moderator Iwan Bahagia. Cara ini tetap diawasi ketat oleh Relawan Desa Lawan Covid-19 Kampung Paya Tumpi Baru dan menerapkan  Protokol Kesehatan COVID-19.

Masing-masing pembicara yang hadir mengutarakan pandangan dan memberikan saran-saran serta  komitmen untuk bersama-sama saling mengambil peran baik dalam penanganan pasca bencana, reboisasi, konservasi dan mitigasi bencana demi pengurangan resiko bencana ke depan. Tujuannya tak lain agar ke depan tidak ada bencana yang terjadi.

Dari diskusi ini, muncul beberapa rekomendasi dari narasumber yang hadir yang nantinya menjadi bahan kebijakan dan penyusunan regulasi dalam penanganan pasca bencana banjir bandang Kampung Paya Tumpi Baru.

Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dalam kesempatan tersebut juga menerangkan dalam waktu dekat rumah warga yang rusak berat akan segara dibangun, dan beberapa rumah lainnya yang akan direhab.

“Dananya nanti ada termasuk dari Baitul mal. Ini kami minta kepada Reje Paya Tumpi segera melengkapi  administrasi, tanah terutama. Tanpa surat tanah kami tak membangun”ungkap Bupati seraya meminta Reje Paya Tumpi Baru untuk mendata kerusakan kebun-kebun kopi milik warga yang terimbas.

Reje Paya Tumpi Baru, Idrus Saputra usai acara mengaku terharu dengan antusiasnya semua pihak yang hadir” Kami ucapkan terima kasih yang berkenan hadir, Alhamdulillah acara ini bisa terlaksana sampai dengan sore ini berjalan lancar tanpa kendala,  kemudian nanti ada rekomendasi yang akan kita sampaikan kepada Pemerintah dan semua kita mengetahuinya”ujarnya. (REL)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts