Satpol PP Memiliki Kompetensi dan Latar Belakang Keilmuan yang Mumpuni

0

image

REDELONG- Aparatur di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki kompetensi dan latar belakang keilmuan yang mempuni, hal tersebuat disampaikan Plt Bupati Bener Meriah saat menjadi inspektur upacara pada HUT Satpol PP ke-66, WH ke-13, dan HUT Satlinmas ke-54 di lapangan upacara Setdakab Bener Meriah, Senin (23/5).

 
“Perlu kami tekankan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja rentan dengan gesekan kepentingan dan konflik, karena kinerja yang harus berhubungan langsung dengan masyarakat dan tidak akan mungkin wibawa pemerintahan akan tetap terbangun apabila  aparatur penegak regulasinya tidak berkompeten”,kata Plt Bupati Rusli M Saleh dalam pidato Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Lebih jauh dikatakan Plt Rusli M Saleh anggota Satpol PP, WH dan Linmas harus memahami standar pelayanan minimal di wilayah masing-masing. “contohnya pada pelaksanaan patroli, memiliki sarana prasarana merupakan salah satu standar pelayanan minimal. Oleh karena itu, sewajarnya kita lebih memberikan perhatian sarana prasarana kepada mereka, agar indikator pelayanan minimal yang harus dilaksanakan dapat terlihat nyata dan kondisi tenteram serta tertib dapat terwujud”,katanya.

Rusli M Saleh menambahkan, untuk dapat memenuhi harapan masyarakat maka perlu adanya pola sikap dan pola tindak yang harus dimiliki oleh Satpol PP, WH, dan Satuan Linmas. Salam, sapa, dan senyum atau “3S” diperlukan untuk menunjukan bahwa Satpol PP, WH, san Satuan Linmas adalah pribadi-pribadi yang ramah, santun serta mampu memberikan ketulusan pelayanan melaluikonsep “3S” tersebut.

Plt Bupati Rusli M Saleh mengakhiri sambuatan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia itu menekankan beberapa hal satu, banggalah dan junjung tinggi kehormataan Satpol PP sebagai ladang pengabdian kepada bangsa dan negara, kedua, wujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dalam melaksanakan urusan wajib ketentraman dan keterntraman umum serta perlindunagn masyarakat, ketiga, selalu kedepankan mekanisme preemtif dan preventif pada setiap upaya penegakan perda dan proses-proses pembinaan dan penertiban kepada masyarakat melalui pola sikap dan pola tindak yang Humanis, keempat, tingkatkan profesionalisme dan humanisme dalam setiap pelaksanaan tugas, dengan terus senantiasa mendekatkan diri kepada masyarakat, membangun jejaring dan komunikasi dengan anggota polisi pamong praja diseluruh Indonesia, dan kelima, jaga kedisiplinan diri dan ketegasan dalam bertindak agar kewibawaan polisi pamong praja dapat terjaga, (Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE