Sarkawi: “ Kopi Gayo penghasil Devisa bagi Negara, Tapi kami tidak mendapatkan Insentif apa-apa “

  • Whatsapp

TAKENGON: Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi menghadiri acara dengan tajuk, “Sosialisasi Kopi Organik Arabica Gayo”, sosialisasi Kopi Organik Arabica Gayo tersebut dihidiri tidak kurang dari 600 orang peserta terdiri dari Penyuluh, para pelaku pasar, koperasi, dan lainnya , belum lagi perwakilan dari Kementerian Pengan dan Pertanian RI, Perwakilan dari Propinsi Aceh. dan para Bupati wilayah tengah, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues serta undangan lainnya bertempat di GOS Takengon-Aceh Tengah, 26/10/2019.

Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi dalam sambutannya yang tanpa tek dan konsep itu menyampaikan, acara ini adalah momentum yang luar biasa bagi kita untuk kembali meneguhkan kopi Gayo sebagai salah satu kopi terbaik didunia, bukan Indonesia, tapi kita berbicara tentang kopi terbaik didunia, yang salah satunya adalah kopi Gayo, sepkaaat,..!!! kata Bupati Bener Meriah yang disambut antusias oleh peserta yang hadir dengan menyambutnya Sepakaaat, sambil member I apluse kepada Bupati.

“Bapak-Bapak dari Kementerian Pertanian RI, Kami hidup dari kopi pak, sekolah dari kopi, buat rumah dari kopi, buat mushalla dari kopi semuanya dari kopi, semua yang hadir disini (Gos-red) adalah selalu bersentuhan dengan kopi”, ungkap Bupati.

Lanjut Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, “Alhamdulillah Kopi Gayo ini, ini kami bercerita dengan Starbuks itu, 60 % pasokan dari Starbuks Internasional itu berasal dari kopi Arabica Gayo, ini pengakuan mereka”, ungkap Tgk. H. Sarkawi

“Gayo 1 ketika diuji dengan beberapa sample kopi dari beberapa negara, ternyata kopi Gayo 1 itu masih yang terbaik, jadi karena hebatnya kopi Gayo banyak yang iri pak, makanya kita diserang isu sedikit biasa-biasa saja”, kata Abuya Sarkawi, dihadapan Dirjen Kementan RI.

“Gayo itu, kami penghasil devisa bagi Negara ini, kuartal Januari sampai Juli saja, untuk Amerika kita sudah ekspor sekitar USD 45 juta, karena 70% ekspor kopi Gayo ke Amerika, 30% ke Eropa”, pertanyaanya sekarang, kami belum mendapat insentif apa-apa, ini serius, kami sudah menghasilkan devisa bagi Negara tapi kami tidak mendapat insentif apa-apa”, kata bupati.

Kata Abuya Sarkawi, Kopi di pajakin, sementara Sawit, jagung dan lainnya tidak dipajakin, ini adalah suara orang Gayo, kami butuh insentif dari kemeterian, maka kehadiran Ibu Bapak dari Kementerian pada hari ini Insyaalah menjadi rahmad bagi kopi Gayo, pinta Abuya Sarkawi

“Bener Meriah, sebagai ilustrasi saja, kami 82%nan, rakyat kami itu petani, lahan yang tersedia 38%nya itu saja yang digarap oleh petani, kita butuh satatus lahan itu lebih jelas agar lebih banyak lagi lahan yang tersedia bagi petani kami”, jelasnya.

Lanjut Bupati Tgk. H. Sarkawi, kami dari pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan dari Provinsi juga dan bapak ibu dari kementrian kami mengharapkan betul-betul keterlibatan kita semua untuk menjaga dan mebina kopi kita ini, meskipun isu-isu akan datang terus, kita akan benahi, ujarnya

Kepada para penyuluh kedepan harus lebih proaktif dilapangan tidak bisa hanya dibelakang meja saja, jadi mari kita jadikan mantri tani pada zaman dahulu, yang senjatanya dikiri dan kana itu adalah gunting dan gergaji, tentunya kebijakan anggaran juga sangat dibutuhkan, tutup Tgk. H. Sarkawi.

Seusai Bepati Bener Meriah menyampaikan sambutannya, langsung mendapat Sertifikat Organik yang ditanda tangani langsung oleh Suba Santika Widara, Asisten Supervisor Sertifikasi dari PT ICERT Agritama Internasional yang diserahkan oleh Kadis Pertanian dan Pangan Provinsi Aceh.(REL)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts