Sanggar Renggali Wakili Aceh Dalam Penas  KTNA XV

0

Pimpinan Sanggar Renggali Aga Dewantona
TAKENGON – Sanggar seni tari dan musik Renggali, asal Takengon, dibawah pimpinan T Aga Dewantona, masuk dalam salah satu dari tiga sanggar yang mewakili kesenian Aceh, pada acara tingkat nasional, Penas Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV di Banda Aceh, yang akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Menurut Aga Dewantona, sanggar yang dia besut itu, akan menampilkan tari khas Gayo, seperti tari resam berume, tari guel, didong, serta musik garapan kolaborasi etnik moderen yang menonjolkan tentang pertanian di tanah Gayo. 

“Ini adalah kebanggaan tersendiri, sanggar Renggali akan mewakili Aceh dalam pertunjukkan kebudayaan yang berasal dari Provinsi Aceh,” kata Aga.

Lebih lanjut Aga menjelaskan, dari 23 Kabupaten yang ada di Aceh, hanya tiga Kabupaten yang dipercaya untuk mewakilkan kebudayaan tradisional Aceh, salah satunya sanggar Renggali asal Aceh Tengah tersebut.

“Hingga sampai saat ini, budaya Gayo masih menjadi primadona untuk mewakilkan budaya dan identitas ke etnikan Aceh,” jelasnya.

Disebutkan, kegiatan  Penas  KTNA XV berskala nasional itu,  akan dihadiri kontingen dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, dan ditargetkan akan diikuti sebanyak 35.000 peserta se-Indonesia. Acara tersebut akan berlangsung mulai Kamis (6/5/2017) hingga Sabtu (13/5/2027).

Sementara itu salah seorang penggiat seni, Win Taniro Putra,  mengatakan sangat mengapresiasi  budaya Gayo yang masih dipercaya untuk ditampilkan mewakili Aceh dihadapan peserta yang berasal dari seluruh Indonesia  dan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo tersebut.

“Kita sangat mangapresiasi jika ada kesenian tradsional Gayo ditampilkan pada acara berskala nasional ini. Terlebih yang saya ketahui sanggar Renggali ini, dipimpin oleh seorang anak yang masih muda,” kata Taniro.

Taniro juga menjelaskan, agar pemerintah lebih mensuport pemuda-pemuda yang mempunyai jiwa kreativitas dalam seni dan budaya untuk terus diperhatikan.

“Ini suatu kebanggan bagi masyarakat Gayo terkhusus untuk Kabupaten Aceh Tengah, karena, budaya Gayo ditampilkan untuk mewakili Aceh, jika mereka juga tidak diperhatikan oleh pemerintah,  maka kita perlu pertanyakan komitmen dari Pemkab Aceh Tengah ini untuk terus melestarikan budaya dan tradisi Gayo ini,” tegas Taniro. (REL) 

Komentar Anda
SHARE