Sampai 8 November 2020 Tanpa Kasus, Aceh Tengah Akan Mulai Proses Belajar Mengajar

  • Whatsapp
Bupati Shabela Abubakar melakukan rapat diruangan terbuka bersama Plt Sekda, Arslan, Kepala Bappeda Amir Hamzah, Kadis Pendidikan Uswatuddin, Kepala Keuangan Zulkarnain, Jubir Satgas Gugus Covid dr. Yunasri serta Edi Putra Kelana membahas proses belajar mengajar akan dimulai. (Foto-Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berencana akan membuka kembali sekolah mulai dari tingakatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Seekolah Menengah Umum (SMU) dalam pekan kedua bulan November 2020 ini.

Menurut Bupati Aceh Tengah, Shabeela Abubakar didampingi Kadis Pendidikan Uswatuddin rencana pembukaan sekolah, setelah beberapa bulan diliburkan akibat wabah covid-19 menyerang negeri Diatas Awan itu.

“Kita sudah pertimbangkan pembukaan sekolah tentu dengan prokes ketat. Artinya sekolah harus menyediakan sarana mencuci tangan serta peralatan prokes lainya. Apalagi saat ini dan mudah-mudahan kita berdoa kasus covid terus menurun di daerah dan nasional,” kata Shabela usai membuka pelatihan keparawisataan lokal.

Lain itu kajian mendalam kenapa sekolah akan dibuka setelah adanya laporan seecara medis dari jubir Satgas Tugas covid bahwa tingkat kesembuhan di Aceh Tengah terus membaik. Dari 152 kasus tingkat kesembuhan 93,3 persen. Artinya dari jumlah kasus ada 143 pasien yang sembuh dan telah berada di rumah masing-masing.

“Itu cukup mengembirakan kita. Apalagi seejak tanggal 22 Oktober 2020 lalu Aceh Tengah secara umum nol kasus covid-19. Dan mudah-mudahan kedepan terus membaik. Sehingga seemua seektor bisa berjalan nbormal kembali,” harapan bupati Shabela, (3/11).

Kemungkinan seluruh sekolah sederajat dimulai, tertanggal 9 November 2020 sudah mulai masuk. Namun kalau di tanggal 8 November 2020 ada terjadi kasus covid-19 sekolah kembali akan tidak dimulai proses belajar.

“Pertimbangan untuk memulai sekolah harus benar-benar tnpa kasus baru corona. Kalau ada corona sebelum waktu dan tanggal yang ditentukan kita akan batalkan untuk memulai proses belajar mengejar,” lanjut Shabela. Shabela mengajak semua masyarakat berdoa agar kasus corona di Kabupaten Aceh Tengah terus berlahan hilang, sehingga roda perekonomian baik komoditi kopi dan lainya bisa “bernafas” normal kembali. (KG45)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts