Sabang Penuhi Empat Kriteria Pembangunan Prioritas Nasional

0


​ACEH BESAR- Dengan segala potensi yang dimiliki, maka Sabang memiliki persyaratan lebih dari cukup untuk memenuhi kriteria pembangunan empat proyek utama sektor prioritas nasional, yaitu pariwisata, perikanan, industri dan perdagangan serta jasa pelabuhan.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten II Setda Aceh, T Azhari, SE, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, pada pembukaan Convergence Meeting Pengembangan Tata Kelola Destinasi Parawisata Sabang, (Kamis, 10/3/2016).

“Boleh jadi sektor pariwisata adalah langkah awalnya, yang kemudian diikuti dengan bangkitnya sektor–sektor yang lain. Itu sebabnya pembangunan kawasan wisata Sabang mutlak harus kita tingkatkan,” ujar Azhari.

Oleh karena itu Azhari menyarankan agar convergence meeting hari ini dijadikan sebagai langkah awal dimulainya pelaksanaan fase kedua percepatan pembangunan Destination Management Organization (DMO) cluster Sabang yang dimulai tahun ini.

Azhari juga menyampaikan bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan menyatukan persepsi para pemangku kebijakan dalam perkembangan Tata Destinasi Pariwisata di Aceh, khususnya kawasan wisata Sabang.

Selain itu, sambung Azhari, pertemuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keselarasan program antar pemangku kebijakan pariwisata baik di Aceh maupun di kabupaten/kota dalam rangka penguatan pembangunan kawasan Sabang.
Convergence meeting hari ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran serta para pemangku kebijakan terutama dalam pengembangan kepariwisataan lainnya yang ada di Aceh serta mendorong percepatan pengembangan destinasi pariwisata untuk mendukung target dan pencapaian secara nasional.

“Dari pembahasan empat poin ini, kita berharap akan menghasilkan rumusan kongkrit sebagai rencana tindak lanjut (RTL) untuk kita jalankan bersama, yang kemudian akan diperkuat dalam berbagai program, sehingga pembenahan sektor pariwisata Sabang dapat terus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga upaya kita untuk menjadikan Sabang sebagai salah satu destinasi wisata favorit di tingkat dunia segera terwjud,” lanjut Azhari.

Pengembangan kawasan wisata Sabang selalu menjadi perhatian banyak pihak, bukan hanya di Aceh tapi juga di Indonesia. Tak dapat dipungkiri, banyak alasan memberi perhatian khusus ke kota yang terkenal dengan wisata alam bawah lautnya itu.

Selain letak geografisnya yang sangat strategis dengan berbagai destinasi wisata yang menawan, kondisi Sabang juga sangat sesuai dengan konsep poros maritim yang dicanangkan Presiden Jokowi, sebagai jalur lalu lintas pelayaran dan penerbangan internasional.

“Di masa depan kita juga berharap Sabang bisa menjadi gerbang masuk investasi di wilayah barat Indonesia. Sabang dapat pula memposisikan dirinya sebagai kawasan penyangga bagi kapal-kapal container atau kapal-kapal kargo lainnya yang melintasi Selat Malaka dan Samudera Hindia,” ujar Azhari.

Oleh karena itu, Azhari berpesan agar Convergence Meeting hari ini dapat merumuskan sejumlah rekomendasi dan tindak lanjut agar upaya untuk menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata internasional dapat tercapai sehingga potensi wisata Sabang dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari penguatan pembangunan nasional.

“Untuk itu, kami sampaikan terimakasih kepada Kementerian Pariwisata, Khususnya Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata yang telah menggagas acara ini. Semoga pertemuan ini menghasilkan rumusan kongkrit untuk kemudian kita ikuti dengan penguatan di lapangan.”

Azhari menambahkan, denganh kerjasama dari semua pihak, maka pembangunan kawasan wisata Sabang dapat ditingkatkan sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025 yang menetapkan Pulau Weh dan sekitarnya sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Untuk diketahui bersama, program percepatan pembangunan Destination Management Organization (DMO) cluster Sabang, yang telah dimulai sejak tahun 2011, telah memasuki tahun kelima.

Dalam lima tahun terakhir ini, tahapan dan proses pembangunan telah berjalan dengan baik, yang dimulai dengan tahapan penguatan gerakan kesadaran kolektif stakeholders (2011), dilanjutkan tahapan pengembangan managemen destinasi (2012), tahapan pengembangan bisnis (2013), dan tahapan penguatan dan penataan organisasi pengelolaan destinasi (tahun 2015).

“Alhamdulillah, sampai tahun lalu DMO cluster Sabang telah memberi kontribusi cukup signifikan terhadap target pencapaian nasional dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ungkap Azhari.

Di tahun 2016 ini, pengembangan kawasan Sabang memasuki fase kedua dari Program Pengembangan Tata Kelola Destinasi Pariwisata cluster Sabang. Pada fase ini penekanannya lebih diarahkan pada peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan.

“Kami juga masih ingat, ketika Bapak Presiden Jokowi berkunjung ke Sabang pada Maret tahun lalu, Beliau juga menekankan agar fasilitas wisata di kawasan Sabang terus ditingkatkan agar wisatawan semakin mengenal Sabang sebagai destinasi yang berkelas dunia.”

Dalam kunjungan tersebut, lanjut Azhari, Presiden meminta Kepala BPKS dan Walikota Sabang untuk menginventarisir hal-hal yang perlu dilakukan untuk pembenahan Sabang agar sektor ekonomi dan wisata di daerah itu bergerak lebih cepat.

“Keinginan Bapak Presien Jokowi itu tentu saja sejalan dengan yang kita inginkan bersama. Oleh karena itu, melalui Convergence Meeting ini, kita berharap langkah penguatan program DMO Cluster Sabang dapat kita rumuskan lebih kongkrit lagi, sehingga pembangunan kawasan wisata Sabang bisa lebih dipercepat,” tambah Azhari.

Acara yang digelar selama sehari penuh itu turut dihadiri oleh, Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Kota Sabang dan Kota Banda Aceh, Para Kepala SKPK terkait dari wilayah Sabang, Banda Aceh dan Aceh Besar serta Pengurus Asosiasi Pariwisata Aceh.

Convergence meeting juga akan menghadirkan sejumlah Narasumber yang akan menyampaikan sejumlah pemaparan untuk memantik diskusi, yaitu Asdep Tata Kelola dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenpar, Oneng Setya Harini, yang akan menyampaikan makalah berjudul Strategi pengembangan destinasi dan kebijakan kepariwisataan serta pengembangan tata kelola destinasi wisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi juga akan menyampaikan makalah berjudul Strategi percepatan pembangunan kepariwisataan di Aceh-Sabang.

Selain itu sejumlah pemangku kebijakan lain juga akan menyampaikan sejumlah materi, diantaranya Kadisbudpar Kota Sabang, Deputi Komersil dan Investasi BPKS, dan Fasilitator Destinasi DMO Sabang. (Rel)

Komentar Anda
SHARE