Saat Alhudri  Kembali ke Gayo dan Memimpin Aceh Tengah

0

 


TAKENGON – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Tengah, Drs. Alhudri, MM menjajakan kaki “perdana” di pendopo Bupati Aceh Tengah, sejak ditetapkan sebagai Plt, menunggu masa cuti Pak Nas selesai, hingga 11 Pebruary mendatang.

Hadir didampingi istri tercinta, Alhudri yang meneganakan pakaian berwarna hitam dihiasi motif kerawang gayo, sedangkan istri mengenakan pakaian berwarna merah bermotif putih, hadir sekira pukul 20.30 Wib, langsung ditepung tawari secara adat Gayo, Minggu malam (30/10).

Ada yang tidak bisa disimpan oleh lelaki yang sudah beberapa kali menjabat sebagai kepala dinas di Aceh Tengah termasuk Bener Meriah (sebelum pemekaran), sejak “hijrah” ke Provinsi sebagai Satpol PP serta Kadis Sosial. Senyum khasnya menebar kepada siapapun yang menyalaminya, terlebih kepada beberapa orang tua (ibu-ibu-red), mungkin saja dari kalangan keluarga.

Dari raut wajah jelas terlihat, Alhudri merasakan bahagia yang tak terkira, namun demikian juga bercampur rasa haru. Terlihat ada bening dibola matanya yang berusaha kuat disimpanya dalam-dalam. Bagaimana tidak, ini adalah sejarah hidup bagai Alhudri, yang sudah lama malang melintang di dunia birokrat, dan sejarah akan mencatat, dirinya pernah menjabat sebagai Plt bupati Aceh Tengah.

Usai tepung tawar, Alhudri didampingi Pak Nas (calon Wakil Bubernur Aceh) langsung menuju gedung Pendari. Didalam gedunmg sudah ramai Tokoh masyarakat, Tokoh Adat serta Agama dan perwakilan dari 14 kecamatan menunggu Alhudri yang sudah sangat akrab dimata masyarakat Aceh Tengah.

Sesekali terdengar ucapan selamat dari balik kerumumann masyarakat saat Alhudri dan Pak Nas melangkah menuju Gedung Pendari. “Selamat Pak Alhudri, selamat datang kembali di Aceh Tengah,” kata salah seorang Sekretaris desa dari Kecamatan Kute Panang.

Alhudri pun, langsung membalas, “Terimakasih, kita jumpa lagi, saya inikan barang lama stok baru,” jawab Alhudri berkelakar, disambut canda tawa hadirin yang hadir. Usai santap malam, Pak Nas yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan dimalam silaturahmi bersama Plt bupati Aceh Tengah yang baru.

Pak Nas, menitipkan kepada Alhudri yang baru saja sampai di Takengon, agar tetap bersemangat, walau ada beberapa tugas daerah yang harus diselesaikan dalam rentang waktu yang sangat singkat, antara lain; pembahasan APBK 2017, qanun SKPK baru, memfasilitasi pemilukada Aceh Tengah.

Lain itu kata Pak Nas, Plt bupati juga masih sebagai kepala Dinas Sosial Aceh. “Sudah pasti pembagian waktu untuk tugas-tugas ini harus maksimal, semoga semua tugas dapat diselesaikan,” kata Pak Nas.

Giliran Alhudri yang tampil bersama istri dalam perkenalan dihadapan masyarakat yang hadir sekira tiga ratusan orang tersebut, Alhudri menyampaikan, dirinya tidak akan terlibat dalam “kubu” manapun dalam pemilukad Aceh Tengah, dan Plt juga berharap kepada seluruh jajaran pemerintah Aparatus Sipil Negara (ASN), jangan coba-coba untuk ikut dalam politik praktis, konsekwensinya pasti ada.

“Saya tidak akan terlibat dalam kubu manapun dalam pilkada Aceh Tengah (semua saudara saya), begitu juga harapan saya kepada seluruh ASN, jangan coba-coba bermain dalam api,” Alhudri mengigatkan dan saya akan mempiloti pesawat ini.

Plt bupati juga menegaskan dirinya akan berusaha dengan semua stekholder yang ada di Aceh Tengah seperti, Kapolres, Dandim serta elemen masyarakat, akan berusaha menciptakan iklim demokrasi yang sejuk dalam pemilukada nanti.

“Kita akan lakukan koordinasi dengan semua pihak agar kondisi Aceh Tengah tetap kondusip saat pemilukada nanti,” jelas Alhudri sambil mengatakan, jangan khawatir semua akan kita kerjakan selesai disambut tepuk tangan hadirin yang hadir.

Alhudri juga berharap kepada masyarakat jangan melakukan manuver politik yang bisa membuat suasana Aceh Tengah tidak damai, karena damai itu sangat mahal harganya. “Damai itu sangat mahal harganya saudara-saudaraku mari kita jaga semua demi Aceh tengahtercinta ini,” pinta Alhudri sambil meneruskan “Wo Gayo Linge kita jaga bersama,”.(Putra Gayo)

Komentar Anda
SHARE