Rumah Oknum DPRK “Makan” Berem Jalan

TAKENGON: Ramainya para pedagang yang kini bermunculan di kawasan Kota Takengon, semakin menambah semrautnya suasana kota, belum lagi ada pedagang yang berjualan dengan memakai trotoar atau berem jalan.

Suasana ini sering kali kita lihat di kawasan pasar inpres, serta pasar paya ilang yang sudah dinobatkan sebagai pusat bisnis oleh pemerintah terdahulu. Sejauh ini para pedagang masih dengan sesuka hatinya berjualan dengan tidak menghiraukan kepentingan masyarakat penguna trotoar.

Dengan suasana tadi pasar yang ada di tengah kota Takengon terlihat sembraut, serta kesan kumuh tidak bisa dihindari. Seperti pasar yang ada di pinggir badan jalan Yos Sudarso tepatnya di dekat Poslantas Paya Ilang, saat ini para pedagang buah sudah yang membuat “rumah” dengan mengunakan papan.

Suasana lain adalah para pedagang yang datang dari luar Aceh Tengah tersebut sudah berani menjemur pakaian “dalam” sehingga pemandangan tengah kota sangat terganggu.

Samsuddin penguna jalan di kawasan Yos Sudarso mengatakan, harapannya pemerintah harus cepat menertibkan lokasi penjualan yang saat ini sudah mulai berubah menjadi tempat tinggal para padagang. Setahu Samsuddin para penjual hanya bisa menaruh barang dagangan dalam bentuk tong, namun saat ini pedagang semakin nekad.

“Ya, pedagang semakin nekat dengan membuat tempat tinggal sederhana di lokasi penjualan buah-buahan,” jelas Samsuddin, (31/1).

Kabid penindakan Satpol PP Anuar mengatakan, semua untuk urusan trotoar dan badan jalan yang digunakan oleh para penjual akan segera ditertibkan, begitu juga yang ada di pasar Paya Ilang.

Bukan hanya itu, sebut Anuar dijalan Lebe Kader ada rumah oknum anggota dewan yang “memakan” berem jalan untuk bangunan rumah pribadi. Dan dipastikan akan segera ditertibkan.

“Kami sudah monitor semua, termasuk rumah oknum anggota dewan yang mengunakan berem jalan untuk pembangunan rumah pribadi,” jelas Anuar. (Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!