Reje Kute Panang dan Aparatur Sumbang Dua Bulan Gaji, Untuk “Tangani” Covid-19

  • Whatsapp
Reje Kampung Kute Panang, Zainuddin, IB (kanan) menyerahkan bantuan sembako yang dibeli melalui potongan gaji selama dua bulan bersama aparatur lainya. (foto/putra gayo)

Kabargayo.com, Takengon; Bergerak atas dasar kemanusian dalam situasi saat ini. Kepala Kampung Kute Panang, Zainuddin, IB membagikan sembako bernilai Rp.40 juta untuk 80 Kepala Keluarga (KK). Mereka merasa risih saat warganya tidak mampu lagi menjual kopi dengan harga rendah.

Adapun sembako yang dibagikan antaralain; Beras dua karung, Minyak goreng, Gula Pasir serta Mie Instan.

Disampaikan Zainuddin, bantuan ini mereka upayakan dari pemotongan gaji selama dua bulan dari aparatur kampung desa tersebut. Kepala Kampung (Reje), Sekdes, RGM, Petue, Kaur serta Dusun, menurut Zainuddin semua “berkorban” untuk masyarakat Kute Panang, Kecamatan Kutepanang, Kabupaten Aceh Tengah.

Menurutnya semenjak dunia didera wabah Corona, masyarakat Kute Panang yang selama ini mengantungkan hidupnya dari kopi, sementara ini sangat kewalahan, apalagi harga kopi terus anjlok.

Atas dasar kesepakatan bersama aparatur desa Kute Panang, diambil keputusan untuk menyumbangkan dua bulan gaji untuk dibelanjakan bahan kebutuhan pokok rumah tangga, sebanyak 80 KK.

“Kami berembuk untuk mengatasi masalah yang dihadapi warga saat ini. Dan kami sepekat untuk tidak mengambil gaji selama dua bulan, untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat kami,” kata Zainuddin, didampingi Jul.

Menurutnya nilai uang sebanyak Rp. 40 Juta dibelanjakan untuk kebutuhan warga, dipergunakan uang salah seorang donatur yang berada di Kabupaten Aceh Tengah.

Reje, Zainuddin foto bersama dengan aparatur kampung lainya, sebelum membagikan sembako kepada warga setempat. (foto/putra gayo)

“Kami meminta bantuan donatur untuk menalanggi terlebih dahulu gaji yang kami potong untuk belanja kebutuhan sembako tadi,” urai Zainuddin. Ada 15 aparatur kampung yang selama ini bersama dengan warga, hidup berdampingan dan selalu akur.

Menurut Zainuddin, sebelumnya memang ada berpikir untuk mengunakan dana desa, namun karena untuk kemanusian dan apalagi menjelang bulan Suci Ramadhan, ada baiknya saling berbagi dengan warga ditengah bencana Corona ini.

“Kami tidak mengunakan dana desa. Kebersamaan yang kami bangun untuk warga yang hari ini sangat kesulitan ekonomi. Wabah Corona telah merasuki sendi-sendi ekonomi rakyat dan lumpuh,” jelas Zainuddin.

Dijelaskanya, pihaknya berupaya membantu serta meringankan beban pemerintah kabupaten yang hari ini sangat komplit. Belum lagi menghalang para pendatang yang pulang dari perantuan.

“Saya mencoba dengan aparatur lainya untuk meringankan beban pemerintah kabupaten dalam menghadapi wabah Corona saat ini. Kita juga berdoa bersama agar Corona virus ini tidak sampai di negeri kita tercinta ini,” ungkap Zainuddin.

Salah seorang aparatur kampug mengangkat beras untuk diberikan pada warga Desa Kute Panang. (foto/putra gayo)

Satu warga bernama Rahmalina penerima bantuan sembako dengan mata berbening mengucapkan terimakasih kepada Reje dan aparatur kampung Kute Panang, yang telah bersukarela membantu warga dengan tidak mengambil gaji selama dua bulan.

“Saya sangat terharu dengan pengorbanan aparatur kampung Kute Panang yang telah mengorbankan dua bulan gaji untuk membeli sembako warga,” katanya dengan nada terbata-bata.

Lain itu, Ramadhan, Imam Masjid Nurul Muqminin menyampaikan, ini bagian dari keberanian aparatur desa dalam melihat ekonomi warga Desa Kute Panang. “Kita tertawa bersama, saat ini kita semua dalam musibah, berarti kita tengah sakit dan wajib bersama juga,” kata Ramadhan singkat, (18/4). (putra gayo/arsadi)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts