Reje Gunung Suku Rawe Angkat Bicara, Tuntutan “Emak-Emak” Disebut Efek Ketidakpuasan

  • Whatsapp
Reje Gunung Suku Rawe Mukhtaruddin (Photo/Ist)

KABARGAYO.COM, Takengon; Reje Kampung (Kepala Desa-red) Gunung Suku Rawe Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah Mukhtaruddin angkat bicara terkait tuntutan sejumlah “emak-emak” dikantor Camat setempat Kemarin Selasa 09 Juni 2020.

Menurut Mukhtaruddin, sejumlah “emak-emak” yang datang kekantor Camat Lut Tawar itu adalah masyarakatnya yang telah terdaftar didinas sosial menerima bantuan PKH dan BNPT namun meminta didata kembali untuk menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa.

Read More

“Ini hanyalah ketidak puasan sejumlah masyarakat saya (emak-emak-red) atas kebijakan yang telah dikeluarkan, dalam aturan tercantum, tidak boleh menerima bantuan double dari pemerintah, cerita ini sebelumnya telah dimediasi oleh RGM Gunung Suku Rawe pada Senin dan Selasa kemarin, namun mereka bersikekeh  harus menerima BLT desa,” ungkap Mukhtaruddin, Rabu (10/06/2020) melalui sambungan selularnya.

Lain itu, Mukhtaruddin menjawab tuntutan yang disampaikan sejumlah “emak-emak” menuntut dirinya dicopot dari jabatanya dengan alasan aparatur desa adalah keluarga dari Mukhtaruddin. Menurutnya, aturan dan mekanisme tentang aparatur desa jelas tertuang dalam undang-undang dan tertuang didalam Qanun Aceh.

“Kalau dituding keluarga saya itu salah, selain 3 orang kaur dalam pemerintahan kampung semuanya melalui demokrasi, karena 3 kaur didesa adalah hak priogratif saya, lagipula semua warga Gunung Suku Rawe adalah keluarga saya,” timpal Mukhtaruddin.

Perihal ucapan Reje Gunung Suku yang dinilai tidak mencerminkan seorang pimpinan dikampung menurutnya, tidak benar, dihadapan seluruh aparatur kampung Muukhtaruddin menyebut hal yang dituduhkan itu telah mengarah pada pencemaran nama baik Reje, ungkapan itu akan berdampak pada institusi pemerintahan kampung.

“Bisa jadi ini akan kami serahkan melalui mekanisme hukum yang berlaku, karena ungkapan ini berdampak pada pemerintahan kampung,” terang Mukhtaruddin.

Terkait Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diterima oleh istri aparatur Kampung, Mukhtaruddin menyebut, data itu tidak dikeluarkan oleh Kepala desa. Ia juga tak tau data tersebut tahun berapa, yang jelas kata dia, belum ada penjelasan dari dinas sosial setempat.

“Saya tidak menginterpensi data itu, saya sendiri tidak tau data tersebut tahun berapa, bahkan ada penerima yang sudah Almarhum, artinya, tidak melalui kewenangan saya sebagai Reje kampung,” katanya.

Tambahnya lagi, tentang dana kepemudaan yang dituduhkan “emak-emak” tidak transparan terkait pembelian lahan, menurut Mukhtaruddin, lahan yang dimaksud hingga kini masih belum jelas, sehingga anggaran untuk itu disimpan direkening BUMK.

“Lahanya belum ada yang tepat menurut pemuda, maka kami aparatur kampung mengambil kebijakan menyimpan dana tersebut ke dalam rekening BUMK, agar Sewaktu-waktu dapat di ambil sekiranya lahan sudah ada yang pasti,” timpalnya.

Terakhir, terkait pemberhentian petugas syariat Islam yang dituding “emak-emak” tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, Mukhtaruddin meluruskan, pemberhentian itu akibat petugas Syariat Islam menumpuk disuatu dusun dan diangkat dari dusun tidak ada petugasnya.

“Kami pernah memberhentikan salah satu petugas syariat Islam dikampung, dikarenakan terlalu menumpuk disatu dusun, untuk menyebarnya pengawasan, maka kami menggantikan salah satunya dan mengangkat dari dusun yang belum ada petugasnya dan pergantian tersebut juga menunggu masa akhir tahun masa jabatan, artinya ada tahapan tidak langsung kami copot,” tutup Reje Kampung Gunung Suku Rawe. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts