Rasionalisasi Honorer Guru, Ini Tim Ahli Bidang Pendidikan yang Dilibatkan

REDELONG :Dalam rangka proses rasionalisasi tenaga honorer khusus dibidang pendidikan (guru) mulai dari TK, SD dan SMP, Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE mengundang secara khusus tokoh, pemerhati dan praktisi pendidikan Senin (8/1) di ruang kerjanya.

Tokoh, pemerhati dan praktisi pendidikan yang diundang tersebut diantaranya adalah Dr. Darul Aman, M.Pd., (tokoh, pemerhati dan praktisi pendidikan), Mahadir, MA (Akademisi) dan Gunawan Tawar (Pemerhati pendidikan sekaligus anggota MPD Bener Meriah) guna memberikan masukan, fikiran serta saran sekaligus meminta kesediaan mereka untuk membantu Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melaui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah dalam melakukan proses rasionalisasi tenaga honorer khusus dibidang pendidikan (guru) mulai dari TK, SD dan SMP.

Kepada mereka, Bupati Ahmadimenyampaikan kepada tim latar belakang kebijakan yang dianggap tidak populer, menurutnya sebuah kebijakan yang tidak populer dan bila ditinjau secara politis sangat merugikan dirinya dengan merumahkan seluruh tenaga honorer, kecuali dibeberapa bidang tugas tehnis tertentu itu, tapi demi kebaikan dan kemajuan Bener Meriah ke depan, katanya hal tersebut harus ia lakukan dengan  konsekwensi yang harus saya hadapi.

“Hal ini juga sejalan dengan misi pemerintahan kami untuk mewujudkan pelayanan prima sebagai wujud reformasi birokrasi melalui rasionalisasi jumlah tenaga PNS dan honorer sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja, yang kurang kita akan tambah dan bila lebih harus kita kurangi” papar Ahmadi.

Ahmadi juga  menambahkan proses rasionalisasi ini terus berjalan secara bertahap sampai dengan bulan Maret sebagaimana yang dijanjikan, khusus tenaga kesehatan dan pendidikan akan diselesaikan lebih awal per akhir Januari 2018 ini, karena merupakan layanan dasar kepada masyarakat, maka terlebih duhulu kita prioritaskan.

“Namun kita harus mencari formulasi yang tepat dan komprehensip agar dalam proses rekrutmen sesuai dengan kebutuhan dilapangan, sekali saya tegaskan ini kebutuhan daerah, bukan kemauan Ahmadi. Kalau kita mau pendidikan kita maju dan berkualitas, harus dimulai menempatkan guru yang berkualitas, untuk itu harus diseleksi sesuai dengan kebutuhan” Papar Ahmadi.

Disisi lain papar Ahmadi lagi, Pemerintahannya  juga komitmen dengan dengan salah satu misi kita yaitu “Mewujudkan Pendidikan berkualitas dan Berdaya Saing”.  Bagaimana mau menjadikan pendidikan kita berkualitas bila penyebaran guru-guru kita yang tidak merata dan rasional, di sekolah- sekolah masih kita temukan sangat banyak sekali masalah.

Sebagai contoh, kata Ahmadi, ia menemukan disalah satu sekolah jumlah siswanya 9 orang, guru PNS 2 orang, guru honorer 18 orang dan dari jumlah itu 7 orang guru Pendidikan Agama Islam, sedangkan yang lainnya ada sekolah SD dengan jumlah siswa hampir 400 orang, rombelnya ada 11, gurunya hanya 7 orang, kasus lain tambahnya lagi banyak ditemukan guru-guru honorer yang mengajar yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya, guru agama ada yang mengajar IPA, mengajar Matematika, mengajar Bahasa Inggeris dan lain-lainnya, “Apa ini harus kita biarkan?” tanya Ahmadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah Drs. Rayendra dalam paparanya menyebutkan, setelah dilakukan kajian dan analisis terhadap kebutuhan guru maka pihaknya hanya membutuhkan guru honorer sesuai rasio kebutuhan guru untuk TK sejumlah 93 orang yang akan di tempatkan di TK-TK Binaan dan TK-TK Satu Atap, untuk SD dari sejumlah 858 orang guru honorer yang ada sekarang hanya dibutuhkan 480 sedangkan untuk SMP dari 495 orang guru honorer sekarang hanya dibutuhkan 247 orang saja.

Sedangkan Dr. Darul Aman, M.Pd,  disamping menyampaikan kesiapan dan kesediannya bila memang dipercayakan untuk dijadikan sebagai tim asesor, juga menyampaikan apresiasi dan rasa salutnya kepada Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE atas keberanian dan komitmennya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Bener Meriah. Tokoh, pemerhati dan praktisi pendidikan memang ini menilai jika ingin pendidikan itu maju salah satu cara yang harus dilakukan adalah cara seperti ini, kalau ini bisa terwujud dalam hitungan satu semester saja akan sudah tampak hasilnya.

” kita juga akan merumuskan formulasi, cara dan strategi dalam merekrutmen kembali tenaga guru honorer ini sesuai kebutuhan dilapangan, saya yakin bila ini berhasil akan ada kabupaten/kota yang lain akan mengadopsi kebijakan ini”ujar Dr. Darul Aman, M.Pd.

“Pengalaman kami study banding dan berkunjungan ke beberapa daerah baik di dalam negeri maupun manca negara menunjukkan bahwa untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas harus dimulai salah satunya adalah dari kualitas gurunya disamping faktor-faktornya” tambah doktoral bidang pendidikan ini”

Mahadir, MA juga menyampaikan pendapat dan pandangannya yang tidak jauh berbeda dengan Dr. Darul Aman, M. Pd., Akademisi dan merupakan putra daerah Bener Meriah kelahiran Kampung Gele Wih Ilang Kecamatan Bandar ini, meminta jaminan indefendensi tim ini nantinya kepada Bupati dan permohonan ini dijawab oleh Bupati Ahmadi dalam closing statemennya Bupati ajan selalu menjamin hal ini.

“ Saya tidak akan campuri proses ini nantinya, saya tidak punya kepentingan lain dalam kebijakan ini selain ingin membawa perubahan dan kemajuan kabupaten yang kita cintai ini” tegas Ahmadi.

Gunawan Tawar dalam kesempatan yang sama, menerima tawaran Bupati Ahmadi dan siap membantu proses ini sampai selesai serta menyampaikan beberapa usulan-usulan lain terkait dengan pendidikan di negeri penghasil kopi terbaik dunia ini.

Diakhir rapat yang dipimpin lansung Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Drs. Ismarissiska, MM dan turut diikuti oleh Asisten II Abd. Muis, SE, MT, Asisten III Drs. Suarman, MM, Kabag. Humas Sukur, S. Pd., M. Pd., serta Kamaruddin, S. AP dan Khairumansyah dari BKPP dan juga Zailani, S.Pd dari Dinas Pendidikan ini, Bupati juga memberi peluang kepada tim untuk menambah anggotanya sesuai kebutuhan dari unsur manapun yang penting dapat menjaga indefendensi dan netralitasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Ahmadi juga memerintahkan Dinas Pendidikan dan BKPP agar dalam tempo yang tidak terlalu lama sudah membuka pendaftaran sesuai formasi dan kebutuhan serta mulai bekerja sesuai aturan dan ketentuan, saya hanya menerima laporan bantinya, pungkas Ahmadi. Terlihat setelah rapat selesai tim kembali mengadajan rapat khusus di ruang off room Setdakab Bener Meriah (REL)