Rakor Bansos Pangan Non Tunai digelar, Rumah Tangga Penerima Bansos PKH dan BPNT di Bener Meriah akan di Tempel Stiker

REDELONG: Plt. Sekda Khairun Aksa, SE.MM mewakili Bupati membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Bener Meriah yang berkaitan dengan Rencana Penyaluran Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Perum Bulog sebagai Distributor di Oproom lantai II Setdakab Bener Meriah yang dipimpin langsung oleh Asisten II Abdul Muis, SE. MT, Selasa, 17/9/2019.

Pimpinan Rapat, Abdul Muis, SE. MT, mengawali pembukaanya menyampaikan, Rakor ini adalah untuk menindak lanjuti pertemuan yang dilakukan pada tanggal 26 Juli 2019 dalam Rakor kegiatan terkait Penangan Bantuan Sosial (Bansos) di Batam, dan juga sesuai dengan Surat Edaran Kemensos RI No. 01MS/VII/2019 tanggal 15 Juli 2019 perihal, Tentang Perum Bulog sebagai Penyaluran Bansos Bantuan Pangan Non Tunai, kata Abdul Muis.

Sementara Plt. Sekda Khairun Aksa, SE. MM dalam sambutan sekaligus arahannya menyampaikan, Rakor Bansos Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Bener Meriah yang berkaitan dengan Rencana Pennyaluran Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Perum Bulog sebagai Distributor, dimana Penyaluran Bansos ini kita tentu sudah memilki data, data kepada siapa Bansos ini harus diberikan, karena semua data itu tentu sudah diuji validasinya, sehingga bantuan tersebut betul-betul tepat sasaran, ungkap Plt. Sekda.

Lebih lanjut Khairun Aksa, mengatakan, Pemerintah Daerah terus melakukan pemberian bantuan, Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (Tidak pakai uang) tetapi langsung memakai Kartu melalui Bank BRI dan Perum Bulog sebagai Distributornya, kemudian juga barang-barang atau bantuan-bantuan lainnya, jelas Khairun Aksa.

“Kami berharap bantuan Sosial (Bansos) ini kita berikan kepada yang berhak menerimanya dan tepat sasaran, dan tidak bermasaalah, tidak menuai masaalah ketika Bansos ini disalurkan, dengan kata lain semua masyarakat yang menerima merasa sangat senang”, pinta Plt. Sekda.
Lanjut Khairun Aksa, kenapa ada orang yang menerima Bansos itu ada yang memilki mobil, itu sampai kepada kami, dan itu diprotes oleh masyarakat, dan masaalah ini harus kita perbaiki kedepannya, ujar Sekda.

“Program dari Dinsos Bener Meriah akan menempel Stiker di rumah penerima Bansos PKH dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dengan tulisan, “Rumah ini adalah Rumah Tangga Miskin yang Menerima Bantuan PKH dan BPNT”, dengan ditempel stiker tersebut, masyarakat yang tidak layak menerimanya akan merasa malu, sebut Plt. Sekda.

“Jadi Budaya malu ini yang akan kita tumbuhkan”, ucap Khairun Aksa.

“Dengan rakor ini kita berharap semua akan menjadi jelas, dimana ada hambatan dan permasaalahan nantinya kita semua berperan aktif untuk menyampaikan persoalan dan sama-sama kita carikan solusinya”, tutup Plt. Sekda.

Sementara Korteks Rizki Iwan Seber dalam acara rakor itu melaporkan, saya yang merupakan perpanjangan tangan dari Kemensos terkait Bansos Pangan menerima surat bahwa September Bulug sebagai penyedia Komoditi, sedikit dapat kami jelaskan kata Rizki, Memang hanya beras yang tertulis dalam SE tersebut, namun yang diterima KPM tersebut ada juga telur, dengan harapan semuany bisa terkaper, kata Rizki.

“Ada 232 desa di Kabupaten Bener Meriah bagi mereka yang berhak menerimanya dan itu harus kita berikan, bukan hanya di Wih Pesam dan Bukit saja, maka oleh sebab itu kita sepakat tentang komoditi ini kita serahkan ke Perum Bulog untuk menangani masalah ini”, jelas Rizki Iwan Seber.
Hadir dalam Rakor tersebut antara lain, Kasatgas pangan, Perum Bulog,Dinsos, BRI Cab. Takengon, Koodinator lapangan PKH Dinsos, Kabag Ekonomi dan Kesra serta undangan lainnya. (Rel).

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!
Sponsored content