Raih Akreditas Madya, RSUD Muyang Kute Lengkapi Fasilitas Medis untuk Pelayanan Maksimal

  • Whatsapp
Jajaran manajemen pegawai RSUD Muyang Kute Bener Meriah berfoto bersama dengan tim akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit

REDELONG:Pelayanan kesehatan adalah salah satu pelayanan dasar. Kehadiran rumah sakit ditiap daerah menjadi keharusan agar pelayanan maksimal bisa diberikan kepada masyarakat. Pembenahan baik fasilitas dan tenaga medis menjadi wajib untuk ditingkatkan. 

Hal ini juga yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute. Baru-baru ini RSUD ini mendapatkan Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Masih tergolong muda semenjak berdiri tahun 2009 dan baru mulai menerima posisi rawat jalan pada 2010 kini RSUD Muyang Kute dinyatakan memenuhi standar akreditasi ditingkat Madya, berlahan namun pasti RSUD ini mulai meningkatkan pelayanannya.

Read More

Direktur RSUD Muyang Kute, dr.Sri Tabahhati, Msi Med. SpAn mengungkap kepada Kabargayo untuk mendapatkan akreditasi tingkat Madya tidaklah mudah. Akreditasi tingkat Madya sama dengan bintang tiga. Untuk mendapatkannya, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, selain kelengkapan fisik bangunan, alat kesehatan dan kualitas Sumber Daya Manusia juga hasil survey kepada pasien untuk pelayanan yang diberikan.

RSUD yang mempunyai Visi menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Bener Meriah juga sedang berusaha melengkapi berbagai fasilitas kesehatan untuk masyarakat yang berobat, salah satunya fasilitas Endoskopi. Termasuk akan melengkapi peralatan medis yang belum dimiliki seperti CT Scan, Hemodialisa dan lainnya.

Direktur RSUD Muyang Kute, dr.Sri Tabahhati, Msi Med. SpAn 

“Saat ini kita juga sedang  melakukan tahap proses menuju Badan Layanan Umum Daerah ( BLUD), kita berharap akan selesai dalam waktu dekat ini”ujar putri dari pasangan H Tani Tarigan dan Hj B Sembiring ini, Minggu, (13/12/19). 

Sebagai Direktur RSUD, dr Sri Tabahhati, mengaku banyak hal yang tengah dilakukan RSUD Muyang Kute, tak lain semua itu untuk peningkatan pelayanan kepada pasien yang berobat.

” Tentunya tidak mudah, tapi saya berusaha sekuat tenaga dengan segala tantangan serta kendala yang ada” kata dokter yang mengawali karir PNS nya pada Pusmas Lampahan ini. 


Dokter bersuku Karo, br Tarigan tersebut menambahkan, sejauh ini Perkembangan yang sudah dicapai dalam bidang pelayanan adalah,  meningkatnya angka kunjungan rawat inap  pada rumah sakit kebanggaan masyarakat penghasil kopi arabika dengan kualitas terbaik tersebut.  


Menurut dokter kelahiran Medan, 48 tahun silam ini, dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien pada rumah sakit tersebut, dengan demikian hal  ini merupakan barometer atau tolak ukur tentang meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pada rumah sakit yang namanya diambil dari salah seorang sosok pahlawan asal negeri penghasil sayur-sayuran yang disuplay ke seluruh penjuru Aceh, juga bahkan sampai ke Sumatera Utara.


Hal ini juga ditunjang dengan  terealisasinya pembangunan gedung pelayanan tambahan yang sesuai standar pelayanan kesehatan,  meliputi IGD PONEK, rawat jalan, rawat jantung dan ruang jiwa.

Bersama Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi saat kunjungan ke RSUD Muyang Kute

“Meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan  pasien disaat mendapatkan perawatan selalu menjadi proritas utama,”  sebut dr. Tabahhati yang terdata sebagai lulusan SMA N 1 Rantau Perapat, Kabupaten. Labuhan Batu Sumatera Utara ini.  Sehingga, lanjutnya lagi, bintang tiga pada akreditasi SNARS edisi 1 dapat diraih, meski harus ditempuh dengan kerja keras oleh segenap karyawan rumah sakit tersebut. 

Kedepannya, dokter yang menempuh pendidikan  spesialis Anestesiologi dan Magester Bio Medik FK UNDIP ini, berharap selain menjadi kebanggaan masyarakat Bener Meriah, RSUD Muyang Kute juga harus mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat menjadi lebih baik lagi dengan pelayanan paripurna.


Disinggung tentang kendala dan hambatan yang dihadapi saat ini, dokter yang sebelum menjabat sebagai direktur sempat juga menjabat sebagai Kabid Pelayanan Medik pada rumah sakit itu, mengatakan, kendala yang dihadapi pihaknya saat ini adalah, minimnya kesediaan SDM,Terbatasnya anggaran untuk peningkatan SDM dan kurangnya sarana penunjang pelayanan bagi pasien. 


“Masih ada kendala, baik dibidang ketidak sesuaian SDM yang bekerja di rumah sakit, terbatasnya dana untuk pelatihan atau diklat dan setifikasi dalam rangka peningkatan SDM  dan kurangnya sarana penunjang untuk pelayanan pasien, kita berharap, kedepannya hal ini segera bisa diatasi, ujar mantan dr PTT pada Rumah Sakit Kuala Tungkai Jambi ini.
*Rby/Ars*

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts