PWI Aceh Tengah “Tambah” Dua Anggota Muda

TAKENGON: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Tengah, menambah dua anggota baru melalui Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan oleh PWI Aceh beberapa waktu lalu.

Menjaring wartawan yang bisa dilepas “UKW” tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Saat ini banyak oknum wartawan yang muncul instan dan merubah pola kerja wartawan yang sejati dan telah memenuhi aturan dan memahami UU Pers tahun 1999 serta kode etik Jurnalistik.

“Hari ini ramai muncul wartawan yang instan, dan merusak pola kerja wartawan yang sesungguhnya. Wartawan harus memahami UU Pers tahun 1999 serta mentaati kode atik Jurnalistik, seharusnya tidak ada yang muncul instan,” kata Jurnalisa.SE Ketua PWI Aceh Tengah, (19/12).

PWI “melepas” dua anggota baru ke UKW karena setelah melalui seleksi ketat, dua orang terpilih bisa mambawa mengikuti jenjang UKW. “Kita tidak asal comot agar bisa masuk sebagai anggota PWI. Seleksi ketat kita lakukan, seperti menanyakan track record kepada beberapa jaringan yang ada,” ucap Jurnalisa.

Dua nama yang dikirimkan dan mendapatkan hasil memuaskan adalah, Karmiadi, S.Sos serta Erwin Syahputra. Keduanya telah menjalankan “pena” selama puluhan tahun dan selama ini mendapatkan respon baik dari PWI sendiri serta jejaring yang ada. “Keduanya mendapat predikat sebagai anggota PWI Muda,” jelas Jurnalisa.

Keduanya berangkat mengikuti UKW setelah mendapatkan rekomendasi dari Ketua PWI Aceh Tengah, Jurnalisa. Karena selama ini keduanya dipandang pantas untuk diikutkan dalam UKW yang diadakan oleh PWI Aceh.

Seorang wartawan yang sesungguhnya, dia mampu melaksanakan kegiatan Jurnalistik berupa mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara dan gambar sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ), urai Ketua PWI Aceeh Tengah. (Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!