Puluhan Orang Dari Zona Merah Masuk ke Aceh Tengah, Jubir; Kami Karantina

  • Whatsapp

KABARGAYO.COM. Takengon; Juru Bicara (Jubir) gugus tugas percepatan penanganan virus Covid-19 di Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan, pihaknya hari ini, Rabu (10/06/2020) telah menahan sebanyak 20 orang di pos Pantau Paya Tumpi Kecamatan Kebayakan setempat.

Dari 20 orang itu disinyalir berasal dari zona merah, selanjutnya akan dikarantina dilokasi yang telah disiapkan oleh Pemerintah Aceh Tengah di SMAN 4 Takengon.

Read More

“Jika ada surat bebas Covid-19 maka gugus tugas akan mengeluarkan surat bahwa yang bersangkutan bebas dari pandemi yang kian meresahkan masyarakat, dan diantar langsung kelokasi yang akan ia tuju,” kata dr Yunasri saat menggelar konfrensi pers dengan awak media.

Jika masyarakat yang berasal dari zona merah itu tidak dapat menunjukkan surat bebas Covid-19 uji laboratorium minimal Rapid Test kata Yunasri, piahknya akan memanggil penanggung jawab yang bersangkutan (Orang yang dituju di Aceh Tengah-red) untuk menerapkan protokol kesehatan yaitu melakukan isolasi mandiri ditempat ia bekerja/tinggal.

“Jika penanggung jawabnya lepas tangan, maka kami gugus tugas akan menyuruh pulang kekampung asal, karena satu syaratpun tak terpenuhi,” jelas Yunasri, sembari menyebut, tindakan tegas yang dilakukan gugu tugas iotu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dikampung-kampung.

Lebih lanjut kata Yunasri, meski kini dalam proses transisi ke New normal, 4 titik pos pantau di Kabupaten Aceh Tengah tak lengah menjaring masyarakat yang masuk ke Kabupaten penghasil Kopi Arabika terbaik Dunia itu.

ia juga menjelaskan, bagi masyarakat yang masuk ke Aceh Tengah sesuai Surat Edaran (SE) nomor 7 tahun 2020 yang diterbitkan gugus tugas percepatan penanganan virus Covid-19 pusat harus menunjukan surat keterangan bebas gejala influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Test PCR dan/atau Rapid Test.

“Apabila di daerah orang yang akan melakukan perjalanan ke Aceh Tengah memiliki fasiltas tes PCR atau Rapid Test, maka orang tersebut harus menunjukan surat hasil tes dengan hasil negatif. Uji Tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan,” jelas Yunasri.

Sedangkan untuk persyaratan perjalan orang kedatangan dari luar negeri kata dia, masih sama, yakni setiap orang yang tiba dari luar negeri harus melakukan tes PCR bila tidak memiliki hasil PCR dari negara keberangkatan.

“Jika dari Bener Meriah dengan status zona kuning cukup mengantongi surat ijin keluar masuk dari Dinas perhubungan,” tutup dr Yunasri. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts