Program Bedah Kemiskinan, Masyarakat Diberikan Bantuan Hortikultura dan Ternak Secara Klaster

JAKARTA: Kementerian Pertanian setelah berusaha mendorong mendorong swasembada beberapa komoditas strategis dan ekspor. Langkah selanjutnya Kementerian Pertanian bersama direktorat jendral terkait, membuat Program Bedah Kemiskinan dalam kontribusi pengentasan kemiskinan. Hal ini dipaparkan pada acara Rapat Anggaran Terbatas di Hotel Mulia, 15 April 2018.

Dalam Program Bedah Kemiskinan tersebut, seluruh kabupaten di Indonesia akan menginvetarisir masyarakatnya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Selanjutnya, mereka yang masuk daftar akan mendapatkan bantuan berupa tanaman hortikultura dan ternak secara klaster yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Terkait hal ini, penyiapan kandang dan lahan pertanaman akan dilakukan oleh ditjen teknis, yakni Hortikultura dan Peternakan. Kedua ditjen tersebut sekaligus menjadi leading dalam program tersebut di atas.

Untuk mengimplimentasikan Program Bedah Kemiskinan ini, Menteri Pertanian telah menyiapkan anggaran melalui APBN. “Semua ini dilakukan sebagai upaya menekan tingkat kemiskinan, yakni dengan menyediakan pekerjaan yang layak dan penghasilan yang lebih baik melalui pertanian. Itulah tujuan dari Program Bedah Kemiskinan,” papar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

“Masalah ini akan lebih cepat dituntaskan jika semua potensi bangsa bersama-sama mengambil peran. Selain pemerintah, dunia usaha juga perlu mengambil peran,” imbuh Amran.

“Dengan program ini, dalam jangka waktu enam bulan, masyarakat sudah bisa menikmati hasil. Dengan demikian akan tercipta kemakmuran di masyarakat pedesaan di berbagai kabupaten di Indonesia. Perputaran ekonomi terjadi dan bahkan harapan kita akan bisa ekspor,” tutup Amran optimistis.(REL)