REDELONG:Dengan kreativitas dan kemauan keras, apapun bisa dibuat. Pemikiran yang seperti ini yang terakhir mungkin bisa dipahami benar itu oleh Rizal warga Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Ia membuat inovasi dari Serai Wangi.
Tanaman Serai wangi salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup penting di Indonesia. Saat ini Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, tengah mengembangkan budidaya serai wangi di beberapa kampung Kecamatan Pintu Rime Gayo. Alternatif pendapatan kepada warga di tengah pelemahan harga beberapa komoditi, termasuk minyak serai wangi.
Inovasi yang dilakukan oleh Rizal, ia mengemas minyak Serai Wangi dalam bentuk kemasan. Inisiatif tentang inovasinya muncul karena saat ini harga jual minyak serai wangi sangat murah dipasaran, perliternya hanya Rp. 150.000, namun kalau dijual dan dikemas dalam bentuk produk jadi, maka akan bernilai jual Rp. 1.000.000,- s/d Rp. 1.600.000,-.
Kepada Camat Pintu Rime Gayo Edi Irwansyah Putra, SH seperti dikutip dari website benermeriahnews.id Senin, 6/1/2020 saat ia mempunyai kendala untuk mengembangkan produk inovasinya itu, yakni izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum ia miliki.
Padahal kan kata dia sih, produknya itu bahkan telah mendapatkan order dari negara tetangga gue Malaysia dan diminati.
Minyak Serai Wangi diperoleh dari tanaman serai wangi yang mengandung senyawa sitronellal sekitar 32 – 45%, geraniol 10 – 12%, sitronellol 11 – 15%, geranil asetat 3 – 8%, sitronellal asetat 2 – 4% dan sedikit mengandung seskuiterpen serta senyawa lainnya. Minyak kayu alami ini mempunyai banyak segudang manfaat baik untuk kesehatan kesehatan maupun untuk kecantikan.
Pihak Kecamatan Pintu kamar Rime iya Gayo, sebut Edi terus mendorong Rizal untuk mengembangkan produk inovasi itu.
“Kita berharap pak Rizal dapat mengembangkan jenis produk nya dalam bentuk produk lainnya seperti sabun mandi, obat pembersih kamar mandi, farfum mobil dan lainnya”kata Edi seraya menambahkan pihaknya tentunya sangat mengapresiasi dan akan terus mensuport yang dilakukan oleh Rizal.
“Sambil terus berusaha untuk mendapatkan izin dari BPOM, dan kita akan terus mendorong Pak Rizal untuk mengembangkan inovasinya yang telah diciptakan selama ini, dan kita tentu memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pak Rizal atas kreasi dan inovasinya ini, karena untuk mendapatkan izin tentu tidaklah mudah, karena banyak proses yang harus dilalui, tapi kita akan tetap membantu dan mensuport pak Rizal ini”, tegas Edi.(REL/)