Presiden: Pemerintah Lakukan Upaya Maksimal Pencegahan Agar Wabah Virus Korona Tidak Meluas

  • Whatsapp
Presiden memberikan keterangan kepada Pers didampingi Mensesneg di Beranda Istana Merdeka.

Kabargayo.com- Takengon: Pemerintah terus melakukan upaya maksimal untuk mencegah agar jangan sampai titik awal penularan ini meluas menjadi sebuah wabah Virus Korona (Covid-19) di dalam negeri.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Beranda Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (3/3). “Kemarin saya telah menyampaikan ada 2 pasien yang sudah positif terkena virus COVID-19, yang sekarang kita sebut sebagai Kasus 1 dan Kasus 2. Pemerintah juga telah melacak semua orang yang sempat kontak dengan kedua pasien Kasus 1 dan Kasus 2 ini,” ujar Presiden Jokowi.

Read More

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah mengetahui kontaknya dengan siapa dan sudah dilakukan pengawasan terhadap yang berhubungan dengan Kasus 1 dan Kasus 2. Pada kesempatan itu, Presiden juga berharap masyarakat tetap waspada, tenang, dan beraktivitas seperti biasa.

Ia menambahkan bahwa gejala Virus Covid-19 mirip seperti flu dan faktanya sebagian terbesar dari pasien yang ada, baik di RRT, di Wuhan, kemudian di Jepang, Iran, Italia, itu juga hampir semua pasien dapat sembuh dan pulih kembali.

“Jadi kita tidak perlu terlalu ketakutan masalah ini tetapi tetap harus hati-hati dan waspada dalam setiap beraktivitas,” tutur Presiden.

Kepala Negara mengajak untuk semua meyakini bahwa ini bisa ditangani dan marilah berdoa agar 2 saudara yang sedang dirawat dapat segera pulih kembali.

“Saya juga minta seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa, memberikan dukungan dan empati kepada kedua pasien yang kemarin saya sampaikan yaitu Kasus 1 dan Kasus 2,” ujarnya.

Menteri terkait, menurut Presiden, juga telah diperintahkan untuk mengingatkan agar rumah sakit dan pejabat-pejabat pemerintah itu tidak membuka privasi pasien. “Kita harus menghormati kode etik. Hak-hak pribadi penderita Korona harus dijaga, tidak boleh dikeluarkan ke publik. Ini etika kita dalam berkomunikasi,” imbuh Presiden.

Media, lanjut Presiden, juga harus menghormati privasi para pasien sehingga secara psikologis tidak tertekan sehingga dapat segera pulih dan sembuh kembali.

Pada bagian akhir keterangan pada pers, Presiden mengingatkan untuk melakukan pencegahan penularan Virus Korona dengan sering mencuci tangan. “Jangan kemudian menyentuh wajah sebelum cuci tangan. Jika tangan belum dicuci jangan sering menyentuh-nyentuh wajah, menyentuh-nyentuh gini. Dan hal yang terbaik adalah menjaga kebersihan dan menjaga kebugaran kita sehingga imunitas kita menjadi lebih baik,” jelas Presiden.

Masyarakat, menurut Presiden, tidak perlu memborong kebutuhan sehari-hari, enggak perlu. Hal itu, menurut Presiden, yang justru bikin langka karena pembelian besar-besaran, tindakan menimbun, dan memborong itu sendiri.

“Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok dan obat-obatan yang ada. Saya tadi sudah cek ke Bulog, cek ke APINDO, semuanya memberikan jaminan ketersediaan bahan pokok dan obat-obatan,” imbuhnya.

Kapolri, menurut Presiden, juga telah diperintahkan Kapolri untuk menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum seperti ini dengan menimbun masker dan menjualnya kembali dengan harga yang sangat tinggi.

“Jadi hati-hati ini, perlu saya peringatkan. Dan 2 kasus, yaitu Kasus 1 dan Kasus 2 ini akan ditangani sebaik-baiknya oleh pemerintah dan pemerintah siap menjaga, melindungi masyarakat dari kasus Korona ini,” sambung Presiden.

Pemerintah, menurut Presiden, akan bekerja sekeras-kerasnya dan di sinilah solidaritas-solidaritas sosial diuji. “Mari kita bersama-sama mengatasi dengan bekerja keras tapi juga tetap tenang,” pungkas Presiden akhiri pernyataan kepada pers. (Sumber: Setkab)

Related posts