Praktisi dan Komunitas Public Relations Deklarasi Melawan Hoax

0

BALI:menanggapi mewabahnya hoax atau berita palsu yang kian meresahkan di tengah masyarakat, para praktisi dan komunitas public relations (PR) dari berbagai lembaga dan korporasi mendeklarasikan PR Indonesia Melawan Hoax. Deklarasi ini digelar dalam acara PR Indonesia Awards (PRIA) 2017.

Deklarasi ini meneguhkan komitmen para praktisi PR untuk melawan segala bentuk produksi dan penyebaran hoax melalui media apapun. Karena, jika disampaikan terus menerus berita palsu berpotensi dianggap menjadi kebenaran yang menyesatkan dan ujungnya akan melemahkan kredibilitas dan trust bangsa.

Para deklarator beranggapan bahwa hoax telah merusak kredibilitas dan menurunkan trust Indonesia. Para deklarator juga mengajak seluruh praktisi dan komunitas PR untuk bahu-membahu memperkuat kredibilitas dan trust inividu, organisasi, dan korporasi melalui karya dan kinerja unggul di bidang masing-masing.

Naskah deklarasi dibacakan oleh Dyah Rachmawati Sugiyanto (PR Indonesia Fellowship Program 2016-2017), didampingi oleh para PR Indonesia Gurus, Insan PR Indonesia, PR Indonesia Fellowship Program 2016–2017, Icon PR Indonesia 2016–2017), Ketua Umum & Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI), dan sejumlah komunitas PR yang hadir.

Penggagas Deklarasi yang juga Founder PR Indonesia, Asmono Wikan, menjelaskan, deklarasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian para praktisi dan komunitas PR terhadap situasi yang merusak iklim komunikasi di Indonesia beberapa tahun terakhir. Ia melihat hoax juga merusak kredibilitas dan kepercayaan kepada lembaga-lembaga formal, mendelegitimasi pemerintah, media, bahkan para tokoh publik seperti ulama.

Untuk melawan hoax, Asmono menyarankan agar pemerintah menggiatkan digital media literasi, utamanya di kalangan anak muda. Selain itu, pemerintah juga mestinya membuat storytelling sebanyak mungkin agar bisa menenggelamkan pesan-pesan hoax.

“Pemerintah harus kembali memperkuat media mainstream yang selama ini lebih kredibel,” ujar Asmono.

Selain deklarasi, pada kesempatan yang sama PR Indonesia juga meluncurkan buku berjudul Reputasi yang Berkarakter. Buku tersebut ditulis oleh penerima PR Indonesia Fellowship Dyah Rachmawati Sugiyanto, Mochamad Husni, dan Frizki Nurnisya. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 praktisi PR dari berbagai daerah di Indonesia. (Rel)

Komentar Anda
SHARE