Polres Bener Meriah Gelar Konfrensi Pers Terkait Dua Kasus Narkoba

REDELONG : Polres Bener Meriah mengelar konferensi pers terkait dua kasus narkotika jenis ganja dan sabu-sabu di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Jum’at ( 15/3/2019 ) di ruang aula Polres Setempat.

Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Narkoba Iptu Muhammad Daud, SH yang didampingi Kasubag Humas AKP Abdul Hamid dan Ipda Solihen dihadapan para awak media menyampaikan pada hari ini pihaknya melakukan konferensi pers terkait dua kasus narkotika jenis ganja dan sabu-sabu.

Menurutnya, dari kedua kasus tersebut ada tiga tersangka yang diamankan, diantaranya SD ( 36 ) warga Teupin Rusip Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, MD ( 26 ) Desa Teupin Rusip kedua tersangka merupakan kurir Ganja.

Sementara, untuk tersangka YA ( 31 ) kasus narkoba jenis sabu merupakan warga desa Tanjung Mulia Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Provensi Sumatera Utara. Terang Kasat Narkoba Bener Meriah itu.

Terhadap tersangka SD dan MD akan disangkakan pasal 111 ayat (2), pasal 114 (2), pasal 115 ayat ( 2 ) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Sedangkan untuk tersangka YA disangkakan dengan pasal 112, 114, 115, dan pasal 127 ayat ( 1 ) huraf a Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Lebih lanjut Iptu Muhammad Daud, SH menyampaikan, untuk kedua tersangka ganja kronologis penangkapanya, pada hari Sabtu tanggal 16 Februari 2019 sekira pukul 21.00 wib, anggota opsnal satuan Resnarkoba Polres Bener Meriah mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa akan ada pelaku penyalahguna narkotika jenis golongan 1 jenis ganja melintas ke Kabupaten Bener Meriah.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, kemudian petugas melakukan razia gabungan di Desa Pondok Gajah Kecamatan Bandar, benar saja setalah dilakukan pengeledahan terhadap SD dan MD petugas menemukan barang bukti berupa tiga bungkus kertas koran yang diduga berisikan narkotika jenis ganja di dalam begasi sepeda motor jenis Vario 150 warna putih dengan nomor polisi ( Nopol) BL 6403 ZAJ. Jelas Kasat Narkoba itu.

Dari pengakuan kedua tersangka, bahwa keduanya hanya bertugas mengantar barang haram itu ke Kabupaten Aceh Tengah dari Sawang atas perintah seseorang dengan memberikan upah kepada keduanya 200.000 ribu per Kilogramnya.

Sementara, untuk tersangka kasus sabu dia merupakan bandar yang telah lama menjadi target namun karena belum adanya bukti tidak dapat ditangkap.

Pada hari Senin tanggal 25 Februari 2019 sekira pukul 12.30 wib anggota satuan Resnarkoba Bener Meriah mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku atas nama YD sering menjual narkotika jenis sabu di Kampung Tunyang Kecamatan Timang Gajah.

Saat petugas mencegat tersangaka dan dilakukan pengeledahan ditemukan barang bukti dua paket narkotika sabu berbalut dengan kertas buku warna putih. Dari tangan tersangka petugas menemukan alat bukti sabu seberat 7.68 gram dan ini merupakan penemuan sabu terbesar di Kabupaten Bener Meriah. Tutur Iptu Muhammad Daud.

Kasat Resnarkoba Bener Meriah itu Berharap, peredaran narkotika telah merambah kemasyarakat bawah untuk itu perlu dilakukan sosialaisai kesadaran atas bahayanya narkoba. Agar generasi Bener Meriah tidak dirusak barang haram itu pintanya.

Dari kedua kasus tersebut, Pihaknya telah mengamankan barang bukti Tiga bungkus Ganja seberat 2.217 gram, satu unit sepeda motir roda dua jenis Vario, satu unit Hp merek Maxtron untuk kasus Ganja, sementara untuk kasus sabu barang bukti yang diamankan, 11 bungkus paket plastic transparan berisi Sabu seberat 7,68 gram, 4 lembar kertas buku warna putih, satu buah kantong plastic, satu plastic. Ungkap Kasat Narkoba Bener Meriah.( Gona)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!