Polres Aceh Tengah Ringkus 8 Orang Penyalahguna Narkotika, Dua diantaranya Warga Medan

  • Whatsapp

Delapan dugaan pelaku penyalahgunaan Narkotika berjejer duduk dihalaman Mapolres Aceh Tengah saat konferemsi Pers dengan awak Media (Photo/Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: Sebanyak delapan (8) penyalahgunaan Narkotika ditangkap Polisi, dua diantara delapan dugaan pelaku itu adalah warga Kota Medan Sumatera Utara yang tinggal di Aceh Tengah

Read More

Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandy Sinurat didampingi Kasat Narkoba IPDA Adam Maulana, S.Tr.K mengatakan, keluarga yang tersandung kasus Narkotika itu berinisial (IA) 52 tahun dan anaknya (AAS) 24 tahun.

“Keduanya adalah orang Aceh Tengah, akan tetapi mereka warga kota Medan Sumatera Utara, diduga sudah bermain lama disini dan sudah terlalu nyaman dengan zonanya, namun, dengan Kasatnarkoba yang baru berhasil menangkap mereka,” kata Kapolres Sandy saat menggelar konferensi pers dengan awak media, Kamis 21/01/2021 dihalaman Mapolres setempat.

Dari tangan (IA) berhasil diamankan, 2 (Dua) Paket Narkotika Jenis Sabu dengan berat bruto 0,98 ( Nol koma sembilan puluh delapan) gram, 1 (Satu) buah Hp merk Samsung  warna hitam, 7 (tujuh) paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 37,33 (tiga puluh tujuh koma tiga puluh tiga) gram.

Sedangkan dari tangan anaknya (AAS) berhasil diamankan barang bukti berupa 2 (dua) Paket Narkotika Jenis Sabu dengan berat bruto 51,35 (lima puluh satu koma tiga puluh lima) gram. Lokasi penangkapan berada didaerah Mongal Kecamatan Bebesen Aceh Tengah.

“Anaknya ini memperoleh barang haram itu dari ayahnya dengan cara dibagikan begitu saja. Keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatanya, meski keduanya adalah ayah dan anak,” terang Sandy Sinurat tegas.

Sementara enam orang lainya yang terlibat penyalahgunaan Narkotika adalah, (RB) 23 tahun, lokasi penangkapan diseputaran Mongal Kecamatan Bebesen Aceh Tengah, dari tangan RB berhasil diamankan berupa, 1 (satu) buah alat hisap bong dan1 (satu) buah Hp merk Samsung warna merah.

(BP) 21 tahun turut ditangkap polisi lantaran ditemukan 3 (Tiga) Paket Narkotika Jenis Sabu didalam kamarnya dengan berat bruto 2,50 (dua koma lima puluh) gram, polisi turut menyita Handphone miliknya.

(TM) 17 tahun, ia ditangkap pihak polisi diseputaran Kelaping Pegasing Aceh Tengah, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 1 (satu) Ampul Narkotika Jenis Ganja dengan berat bruto 50 (lima puluh) gram.

(IN) 67 tahun, ia ditangkap Polisi diseputaran Pedemun Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah, dari tangan (IN) ditemukan 1 (satu) paket Narkotika jenis ganja dengan berat 60 (enam puluh) gram dan 1 (satu) lembar kertas paper merk mars brand.

(MNK) 50 Tahun, ia ditangkap diseputaran Kala Kemili Bebesen Aceh Tengah, polisi berhasil mengamankan 3 (Tiga) paket Narkotika jJenis Sabu dengan berat bruto 1 (satu) gram, 1 (satu) paket Narkotika jenis ganja dengan berat 550 gram, 1 (satu) buah timbangan electrik, 1 (Satu) Buah Hp Merk Vivo Warna Hitam, 1 (satu) buah alat hisap bong dan 2 (dua) bungkus plastik klip bening.

(SA) 42 tahun harus berurusan dengan polisi lantaran ditemukan 1 (satu) Paket Narkotika Jenis Sabu dengan berat bruto 0,15 (nol koma lima belas) gram, 1 (satu) paket Narkotika jenis ganja dengan berat 1,17 (satu koma tujuh belas) gram, 1 (Satu) Buah Hp Merk Nokia Warna Hitam, 1 (satu) buah alat hisap bong dan 2 bungkus plastik klip bening, lokasi penangkapan diseputaran Kala Pasi Kemili Bebesen Aceh Tengah.

Kapolres sangat tegas memberi peringatan kepada pengedar dan pemakai Narkotika yang masih berkeliaran di Aceh Tengah, menurutnya, jikapun masih bersembunyi, cepat atau lambat akan ditangkap oleh Polisi.

“Siapapun kalian, cepat atau lambat, kecil maupun besar akan kami ungkap jaringan anda,saya tidak akan berikan ruang untuk kalian, kami akan sikat, Narkoba adalah musuh bangsa bukan hanya musuh Polisi,” tegas Kapolres Sandy Sinurat memberi peringatan kepada pengedar dan pemakai narkoba di Aceh Tengah.

Sebanyak delapan dugaan pelaku penyalah guna Narkotika ini tengah ditahan di Rutan Mapolres setempat untuk penyelidikan lebih lanjut. Semuanya dijerat dengan Undang  undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 114 Ayat (1) JoPasal 112 Ayat (1)  Jo Pasal 111 Ayat (1) dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan paling singkat 4 tahun. (KG31)

Related posts