Polisi Ungkap Kasus Dugaan Perusakan Hutan Gunung Gerunte Aceh Tengah

  • Whatsapp
Tampak dari jauh Gunung Gerunte Asir asir kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah (Photo/google)

KABARGAYO.COM, Takengon; Polres Aceh Tengah melalui Satreskrim mengungkap kasus dugaan pengrusakan hutan Gunung Gerunte Dusun Buntul Juli Kampung Asir Aisr Kecamatan Lut Tawar Kabupaten setempat.

Tersangka P (46) warga Lut Tawar kini harus berurusan dengan hukum akibat dugaan perusakan hutan itu. Berdasarkan barang bukti yang diamankan polisi ia menggunakan mesin Chinsauw kecil warna kuning dan menggunakan parang yang terbuat dari besi dengan gagang kayu sehingga dengan tindakan tersebut merugikan Negara.

Read More

Satreskrim setempat menangkap tersangka (P) pada 16 Mei 2020 sore yang lalu melalui Anggota unit Tipidter. (P) diduga telah melakukan tindak pidana dibidang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan

Dari hasil enyelidikan dan penyidikan tersangka (P) mengakui perbuatanya itu telah dilakukan tahun 2018 dengan cara mengupahi seseorang selama tiga hari dengan upah yang dibayar Rp.300.000 untuk melakukan penebangan pohon.

“Lahan tersebut sebelumnya di beli oleh tersangka Inisial (P)dari inisial AI (60) pada tahun 2014 silam, dengan harga Rp.15.000.000 tanpa adanya dokumen pertanahan berupa sertifikat atau akta jual beli, ” kata Kapolres Aceh Tengah AKBP Nono Suryanto, SIK melalui Kasatreskrim Iptu Agus Riwayantodi Putra, SIK, Selasa (19/05/2020).

Pihak kepolisian bersama anggota KPH Wilayah II Aceh bergerak melakukan pengecekan terhadap lokasi yang diduga telah dirusak oleh tersangka (P). Dari hasil pengecekan tersebut di temukan adanya aktifitas penebangan dan penanaman dilokasi Hutan Lindung dengan luas area yang telah dikerjakan kurang lebih 1250 meter.

Tersangka (P) saat ini telah dilakukan penahanan di Rutan Polres Aceh Tengah untuj dimintai keterangan lebih lanjut.

tersangka (P) diancam dengan hukuman tindak pidana dibidang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, sebagaimana di maksud dalam Pasal 92 Ayat 1 Hurup (a) dan (b) Jo Pasal 82 ayat 1 hurup (a), (b) dan (c) Undang Undang No 18 Tahun Tahun 2013 dengan ancaman pidana paling singkat 3 tahun paling lama 10 tahun, denda paling sedikit Rp.1.500.000.000 dan paling banyak Rp. 5.000.000.000.

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts