Polemik Sampah, Bupati Shabela Akan Undang Pihak Terkait “Menjaring” Solusi

  • Whatsapp
Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar (Photo/Putragayo)

Kabargayo.com, Takengon; Polemik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kabupaten Aceh Tengah hingga kini belum menemukan titik terang. Dinas Kebersihan terus berupaya untuk mencari solusi, namun upaya itu buntu lantaran wacana penempatan TPA di Kecamatan Celala mendapat penolakan dari masyarakat dan Kepala Desa setempat.

Atas dasar penolakan itu Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menginisiasi dalam waktu dekat akan mengundang semua pihak untuk ikut menemukan titik terang kemana sampah Aceh Tengah ini dibuang.

Read More

“Ini harus dilakukan, kita akan bentuk sebuah forum diskusi menjaring “Solusi” tempat pembuangan sampah, jika dibiarkan sampah akan terus mengalami penumpukan,” terang Bupati Shabela, Rabu (28/04/2020) di Takengon.

Diantara pihak-pihak yang akan diundang yaitu, Camat, Kepala Desa dari semua Kecamatan, tokoh masyarakat serta tokoh yang peduli dan mengerti tentang sampah serta relawan.

“Nanti kita akan temukan solusinya, jangan hanya bisa berkoar-koar sedangkan solusi dikesampingkan,” jelas Shabela sembari menyebut wartawan PWI Aceh Tengah akan turut diundang dan harus memberikan solusi.

Lebih lanjut kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir tentang sampah, karena dalam prosesnya sampah tersebut akan dikelola dengan baik.

“Sampah akan dikelola dan akan menjadi PAD untuk desa itu sendiri, bukan dibuang begitu saja,” terang Bupati sembari menambahkan, selanjutnya pihak Dinas Kebersihan harus melakukan sosialisasi untuk mengubah nama Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi TPS (Tempat Pengolahan Sampah).

Sebelumnya, Shabela turut membatalkan kegiatan penyusunan dokumen UKL-UPL rencana kegiatan pembangunan TPA Sampah dengan besaran nilai Rp.110 juta, kegiatan itu tertuang dalam usulan mendahului perubahan APBK Aceh Tengah tahun anggaran 2020.

Selanjutnya, Pemkab Aceh Tengah akan melanjutkan kegiatan itu lantaran bersipat mendesak. “Ini tetap dilanjutkan, bukan karena dilanjutkan terus kami disebut tak peduli dengan Covid-19, ini harus dipahami, untuk penanganan Pandemi non alam itu sudah ada anggaran tersendiri, sedangkan kegiatan lain harus tetap jalan,” paparnya. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts