POL PP dan WH Aceh Tengah Gelar Razia, Ini Hasilnya!

0

Sejumlah warga yang terjaring razia, diperiksa diruang Satpol PP-WH Aceh Tengah.
TAKENGON-   Unit jajaran Polisi PP (Pamong Praja) dan WH (Wilayatul Hisbah) Kabupaten Aceh Tengah, sabtu malam melaksanakan operasi razia rutin di seputaran kota Takengon dan wilayah hukum ruang lingkup Kabupaten Aceh Tengah. Sabtu 11/3/2017.

Razia kali ini menyasar pada beberapa titik operasi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Razia ini selain merupakan razia rutin, juga merupakan respon terhadap, adanya laporan masyarakat yang resah, akibat adanya aktifitas karena di duga melanggar syariah di beberapa tempat.

Kepala Dinas POL PP dan WH Aceh Tengah, Syahrial Afri melalui Anwar selaku Kabid POl PP dan WH Aceh Tengah di temui wartawan ke kantornya, menyatakan bahwa operasi razia rutin yang di laksanakan, terlebih dahulu bertujuan sebagai pembinaan kepada masyarakat, sebagai tugas pokok menjaga ketertiban dan keamanan dalam masyarakat.

“Operasi razia pertama di wilayah Kecamatan Pegasing pada pukul 23:00 Wib, di seputaran Lapangan Pacuan Kuda, Blang Bebangka, ada di temukan 3 orang pemuda yang mabuk dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan, serta mengamankan seorang wanita yang kami nilai bahwa seorang wanita masih berkeliaran pada jam 12 di tempat tersebut adalah hal tidak benar”ujarnya.

Anwar juga mengatakan pihaknya menemukan ada aktifitas beberapa tempat atau kafe di area pacuan kuda tidak memiliki izin, serta operasisional hingga larut malam, sehingga bisa di sebutkan ilegal, karena ketentuan warung dan kafe bisa di buka sampai jam 11 malam. Untuk tindak lanjut sementara pihak Pol PP dan WH akan melakukan pembinaan, untuk kemudian penindakan apabila tidak di indahkan dan masih melakukan pelanggaran.

Sementara dalam titik razia selanjutnya dilakukan di daerah kawasan Jalan Lintang, Anwar mengatakan dengan menurunkan personil lengkap beserta pimpinan (Syahrial Afri Kadis POL PP-WH) berjumlah total 40 orang, ditemukan indikasi pelanggaran yang menonjol di beberapa tempat kafe dan karaoke yang tidak memiliki izin operasi. 

Untuk titik berikutnya Anwar menerangkan bahwa lokasi razia berpindah ke kawasan Hotel Renggali, dalam razia tersebut ditemukan 6 orang yang terdiri dari 2 orang wanita dan 4 pria yang menginap dalam satu kamar beramai-ramai.

“Berdasarkan hasil keterangan mereka semua mengaku bersaudara serta berasal dari Medan, tetapi kami cek pada dasarnya mereka menyewa 3 kamar. Hal tersebut menurut Anwar tidak bagus karena ada campur antara wanita dan pria berada dalam satu kamar, meskipun mereka keluarga. 

Anwar mengatakan bahwa semalam mereka telah di bina dan di minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya, meskipun mereka semua adalah keluarga dan berasal dari Medan. (ErwinSp)

Komentar Anda
SHARE