Plt UPTD BBI-H Kecamatan Permata, Sejak  Saya Menjadi Plt Kegiatan BBI NOL

0
Camat Permata Rais Abidin tengah pakai baju putih, disamping kanannya Sarbinari Ketua Komisi B, samping kirinya Ikbal Sulaiman perwakilan petani permata, Samping kiri Jailani, SP Kepala BPP permata, dan samping kanan Abdul Latif Perwakilan Pemuda

REDELONG : Balai Benih Induk Holtikultura ( BBIH ) dibawah naungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bener Meriah yang bertempat di Kampung Sepeden Kecamatan Permata telah dibangun tahun  2008 silam, kondisinya saat  sanggat memprihatinkan,  bahkan dalam Green House tidak ada bibit apapun yang diproduk melainkan hanya rumput yang tumbuh dengan begitu suburnya.
Keberadaan BBI yang diharapkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produk hortikultura baik segi hasil maupun mutunya dengan kualitas bibit yang dikembakan di masyarakat. Dengan tersedianya balai benih diharapkan akan menjamin tersedianya bibit- bibit hortikultura yang unggul dan berkualitas. Namun sanggat disayangkan BBI di Kecamatan permata tepatnya dikampung Sepeden  tidak difungsikan bahkan Green House sudah mengalami kerusakan.

Pelaksana tugas ( Plt ) Unit Pengelola Teknis Dinas ( UPTD ) BBI Kecamatan  Permata Rahmi saat dikonformasi via seluler Kamis ( 22/12 ) mengatakan, sejak saya menjadi Plt kegiatan BBI ini Nol ( tidak pernah ada ),  karena anggaranya tidak ada. Ujarnya.

” Petugas yang menjaga pun saya suruh masyarakat disana, yang terkadang kita gaji hari dan menjaga rumah dinas dimalam hari itu semua karena tidak ada anggaran untuk menempatkan petugas penjaganya” kata Rahmi.

Green house yang telah rusak dan bersemak

Sementara itu Sarbinari Ketua Komisi B DPRK Bener Meriah pada Kabargayo di lokasi BBI Kampung Sepeden mengatakan, penangkaran bibit sanggat dibutuhkan, karena selama ini masyarakat khususnya petani kentang harus membeli bibit dari luar. 
” Kalau BBI ini difungsikan setidaknya dapat memproduksi bibit kentang disini, walaupun tidak mampu memenuhi kebutuhan bibit kentang yang diperlukan petani namun sedikitnya dapat menekan ketergantungan dari bibit luar ” ujar Politisi Partai Aceh itu.

Sarbinari menambahkan, kalau BBI ini perannya dipegang tingkat Provinsi kita berharap lebih baik diserahkan saja pada tingkat daerah, karena tidak akan maksimal bila Provinsi yang mengendalikannya karena Aceh ini terdiri dari 23 Kabupaten tentunya terlalu banyak yang harus diurus Pihak provinsi. Dan kalau ini wewenang Kabupaten kita berharap pada instansi terkait memfungsikannya agar semua asat yang ada ini tidak terbengkalai. Pinta Sarbinari.

Hal senada juga disampaikan Camat Permata Rais Abidin, SH, Bila BBI ini difungsikan manfaatnya bisa mencapai dua Kabupaten yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, kalau kita bisa  memproduksi bibit kentang disini  tentunya itu akan mengurangi kos ( modal ) petani, karena selama ini petani membeli bibit dari Bandung dengan harga  mencapai 24000  bahkan lebih dalam perkilo, namun kalau kita bisa memproduksi bibit disini kemungkinan masyarakat bisa membeli dengan harga 10000 dan itu akan mengurangi kos petani mencapai 14.000.000 ( empat belas juta ) perhektarnya.

” Yang kita harapkan SDM pengelola bibit ini ditingkatkan, dengan mempasilitasinya mempelajari cara memproduksi bibit didaerah yang ahli memproduksi bibit,  biarpun sampai satu tahun dia sekolah diluar setelah  kembali kedaerah ini nantinya  sudah bisa memproduksi bibit unggul dan berkualitas ” kata Rais seraya menambahkan selain SDM fasilitas pendukung seperti Teknologi dan  anggaran harus di pikirkan agar bisa berfungsi secara maksimal.

Rais menambahkan manfaat lainnya bila BBI ini difungsikan memproduksi bibit, secara otomatis Penghasilan Asli Daerah ( PAD ) akan bertambah dari hasil penjualan bibit yang diproduksi tersebut bisa mencapai 3000 perkilo. Dan itu bukan hanya jenis kentang saja yang bisa kita produksi kalau BBI ini difungsikan bahkan kita bisa mensuplay bibit kedaerah lain. Untuk itu harapan saya SDM pengelolanya yang perlu kita siapkan secara profisional. Terangnya.

Sarbinari Ketua Komisi B anggota DPRK Bener Meriah, sedang menunjukan kondisi green house ditumbuhi rumput

Sementara itu Kepala Badan Penyuluh Pertanian ( BPP ) Kecamatan Permata Jailani, SP menambahkan, selama ini tidak pernah dikembangkan atau ditangkarkan bibit apapun di sini, yang ada hanya bibit pengkalengan artinya bibit  yang datang dari luar terus dibagikan kepada kelompok masyarakat. Sebut Jailani.
”  Sekarang ini ada dua kelompok tani di Permata yang kita bina untuk menangkar Benih  yaitu  Kelompok Tani Maju dan Jago Jaya. Namun bila kelompok yang membuat bibit itu biasanya G -2 yang dikembangkan hasilnya bisa G-3 Bahkan G- 4 tergantung jumlah virusnya” Kata Jailani.

Dia menambahkan, Membuat bibit ada istilahnya Plenlet artinya bibit kultur jaringan, dalam hal membuat bibit kentang misalnya kita tidak harus ada Plenletnya yang terpenting G-0 ada. 

Harapan kita lanjut Jailani, berdayakan SDM agar bisa membuat bibit sehingga kita tidak selalu ketergantungan dari bibit luar. Pintanya.

Mewakili Petani Permata Ikbal Sulaiman mengatakan, dengan difungsikan balai benih ini masyarakat bisa terbantu dalam arti kata kita tidak harus membeli bibit dari luar lagi, dan selama ini sebagian besar masyarakat kentang yang tidak mampu membeli bibit dari luar karena harganya mahal mereka membuat bibit sendiri sehingga hasilnya tidak memuaskan. Untuk itu kita berharap BBI ini segera difungsikan agar  Kabupaten Bener Meriah ini bisa menyediakan bibit kentang untuk petani kentang. Pinta Ikbal Sulaiman.

Abdul Latif salah satu perwakilan pemuda Kecamatan Permata sanggat  menyayangkan BBI yang telah berpuluhan  tahun dibangun namun belum berfungsi, padahal menurutnya dengan difungsikan BBI ini bisa menunjang perekonomian masyarakat petani karena dengan adanya penangkaran bibit pasti masyarakat tidak menanam bibit yang sembarangan yang hasilnya tidak memuaskan. Ungkap Latif.

” Bahkan tidak menutup kemungkinan bila  difungsikan BBI bisa merekrut masyarakat yang berpotensi dibidang pertanian untuk bekerjasama menangkarkan bibit disini. Dan itu juga bisa menjadi program mengurangi pengangguran ” jelas Abdul Latif. Sampai berita ini diturunkan Kabargayo belum berhasil  mendapatkan keterangan Dinas yang Membidanginya. ( Gona )

Komentar Anda
SHARE