Plt Bupati Bener Meriah: Siswa Terampil dalam Pembelajaran

Koordinator USAID PRIORITAS ACeh menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Bupati Bener MeriahFoto bersama Stakeholder Pendidikan Bener Meriah, Bupati, Ketua DPRK, Kapolres, Dandim, Disdik, Kemenag

REDELONG – Selama 4 tahun terakhir, siswa pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) makin terampil dan mampu berinovasi dalam pembelajaran. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Bupati Bener Meriah Drs Rusli M Saleh saat menutup Program USAID PRIORITAS di kabupaten tersebut (25/04/2017). 
“Program ini telah berjalan selama 5 tahun sesuai dengan masa kepemimpinan kami, banyak perubahan yang terlihat pada pembelajaran selain terampil dan melakukan inovasi baru, kini intelektualitas siswa meningkat dan mereka sudah berani tampil di depan umum seperti hari ini untuk memperagakan media pembelajaran,” kata Bupati pada kegiatan yang bertajuk Rapat Pemangku Kepentingan dan Penutupan Program USAID PRIORITAS di aula Kantor Bupati. 

Dengan akan berakhirnya program ini, bupati berharap dinas pendidikan dan kepemimpinan yang baru dapat terus memberdayakan fasilitator daerah (fasda) yang terampil untuk terus melatih guru, “Fasda merupakan aset daerah untuk terus melatih guru dan meningkatkan mutu pendidikan, oleh karena itu mereka harus diberi ruang untuk terus berkarya, melatih dan mendampingi guru,” ajak bupati.

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua DPRK, Kapolres, Dandim, Dinas Pendidikan, Kemenag, BKPP, kepala sekolah mitra dan fasda tersebut menampilkan demo media pembelajaran yang dilakukan oleh siswa SDN Lampahan mewakili jenjang SD/MI dan MTsN Janarata mewakili jenjang SMP/MTs. Jenjang SD/MI menampilkan cara membuat dan memanfaatkan Periskop sederhana dengan menggunakan media karton dan cermin bekas.

 “Periskop ini biasa digunakan pada kapal selam dan kami membuatnya secara sederhana untuk mengetahui fungsi dan kegunaannya,” jelas siswa SD tersebut. Sementara itu, jenjang SMP/MTs menjelaskan tentang Perkembangbiakan tumbuhan generatif dan vegetatif dengan menggunakan biji-bijian dan mengetahui fungsi serta jangka waktu pembibitan sesuai dengan kearifan lokal.

Ridwan Ibrahim, Koordinator USAID PRIORITAS mengatakan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah sudah berjalan dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi dan dokumentasi praktik baik yang dikumpulkan dari sekolah mitra dan fasda.

 “Dari hasil evaluasi dan praktik baik yang dikembangkan di sekolah mitra membuktikan kemajuan dalam program ini dan kami sangat berharap program ini dapat terus dilanjutkan sekolah mitra, umumnya di sekolah lainnya di Bener Meriah,” kata Ridwan. Ia juga berharap bahwa pertemuan ini  merupakan kesempatan yang baik untuk mempersamakan persepsi dan strategi keberlanjutan pasca program ini berakhir.

Bener Meriah telah memiliki 38 fasda bidang pembelajaran dan manajemen sekolah SD/MI dan SMP/MTs serta Fasda Buku Bacaan Berjenjang untuk membaca kelas awal SD/MI. Sebanyak 23 sekolah menjadi mitra USAID PRIORITAS dan sudah dilatih 353 orang guru/kepsek dan komite dengan pendekatan  Praktis, partisipatif, menggunakan banyak video, praktik mengajar, dan pendampingan. Selain itu USAID telah menghibahkan 3.450 buku untuk meningkatkan budaya baca di sekolah mitranya dan menambah hibah 6.750 Buku Bacaan Berjenjang (B3) kepada 90 SD/MI untuk keterampilan membaca dan pemahaman bacaan pada kelas awal SD/MI.

Program ini juga telah didiseminasi (di sebarluarkan secara mandiri) pada sekolah 115 sekolah dengan total peserta yang telah dilatih 747 menggunakan dana BOS dan mandiri sebesar Rp 425.000.000. Dampak dari program ini pada sekolah mitra, terjadi perubahan / peningkatan dalam peran guru mengajar, sikap dan kegiatan siswa, peningkatan kinerja siswa, minat dan kemampuan baca, lingkungan sekolah, manajemen sekolah dan partisipasi masyarakat.

Dalam pertemuan ini diungkapkan tantangan dan peluang bagi kemajuan pendidikan di Bener Meriah, diantaranya Fasda yang selalu diberdayakan untuk melatih dan mendampingi sekolah/madrasah, terutama untuk tetap berkomitmen melaksanakan praktik yang. 

Pemilihan sekolah “praktik yang baik” yang siap untuk berbagi pengalaman mereka dan Forum KKG/MGMP yang telah berjalan dengan baik sebagai ajang bagi guru pembelajar untuk saling membelajarkan. Budaya membaca terus ditumbuh berkembangkan seiring dengan meningkatnya kemampuan siswa memahami bacaan, “Kita harus terus tumbuh kembangkan budaya baca, terutama di sekolah agar anak-anak kita menjadi insan yang handal dikemudian hari,” jelas Ridwan Ibrahim.(REL)

SHARE