Plt Buka Raker dan Seminar Pemutahiran Data Se-Aceh

image

REDELONG- Plt Bupati Bener Meriah Rusli M Saleh membuka rapat kerja dan seminar pemutahiran data hasil pemeriksaan inspektorat Aceh Se-Provinsi Aceh, Selasa (10/5) di Aula Sekretariat darah Bener Meriah.

Plt Bupati Rusli M Saleh dalam pidato Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdulah menyampaikan, rapat pemutahiran data merupakan forum yang dilaksanakana untuk melakukan review laporan keuangan pemerintah daerah serta pengendalian gratifikasi, “sebagai bagian upaya kita untuk mengembangkan mental aparatur sipil negara”, kata Rusli M Saleh.

Dia menekankan, agar tim inspektorat segera melaporkan hasil perkembangan tindak lanjut SKPD kepada tim inspektorat provinsi, jangan lupa untuk melampirkan data SKPD yang tidak melakukan tindak lanjut.

“Kepada para pimpinan SKPD yang tidak memberikan perhatian serius terhadap tindak lanjut atas temuan, maka kami yakin kinerjanya tidak akan optimal”,ujar Plt Bupati Rusli M Saleh.

Lebih jauh dikatakan Plt Bupati Bener Meriah itu, biasanya SKPD melihat tindak lanjut temuan, hanyalah masalah uang, terkadang temuan administrasi disepelekan, padahal hal ini sangat penting dan harus diperbaiki, agar terwujud pemerintahan yang bersih, berwibawa dan bebas KKN.

“Kata kunci keberhasilan setiap SKPD adalah terletak pada sejauh mana pimpinan pada semua level menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang baik, transparan dan akuntabel demi terwujudnya kinerja SPKD yang baik”,demikian Plt Bupati Rusli M Saleh.

Sebelumnya Inspektur Aceh Drs. Abdul Karim, Msi menyampaikan, tugas inspektorat semakin lama semakin banyak serta komplit, tugas inspektorat bukan semata-mata melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan jaminan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah itu telah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, episien dan efektif.

Dikatakannya, inspektorat juga memainkan peran penting dalam melakukan pencegahan terjadinnya penyimpangan dan pengawalan program-program strategis, melakukan pemeriksaan evaluasi, repiew, pendampingan, penilaian dan konsultasi.

“Area-area yang berpontensi dan beresiko tinggi terjadinya penyimpangan harus menjadi fokus bagi inspektotar untuk melakukan pencegahan dan pengawalan. Potensi penyimpangan terjadi di area-area kritis, sejak proses perencanaan dan penganggaran, pengelola pendaan pendapatan dan pengadaan barang dan jasa. Beberapa permasalahan yang ditemukan pada tahun 2015 berdasarkan hasil konsuka, pertama, menyangkut APBD hibah bansos ditemukan antara lain calon penerima hibah itu adalah pihak yang sama dan berulang-ulang setiap tahunnya. Penyaluran dana hibah itu tidak didukung Naskah Perjanjian Hibah Daerah atau disingkat dengan NPHD. Dalam pengelolaan dana APBD penerimaan hibah itu pada umumnya tidak membuat laporan pertanggung jawaban”, terang Abdul Karim.

Sementara itu dibidang pengadaan barang dan jasa terang Inspektorat Aceh itu, ditemukan pengguna belum menetapkan kebijakan umum pengadaan, pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak, pelaksanaan pekerjaan mengalami keterlambatan dibanding dengan proses yang direncanakan.

“Sementara di bidang pendapatan, permasalahan yang selama ini ditemukan adalah, penetapan target penerimaan Pendapatan Asli Daerah tidak berdasarkan potensi, Pemerintah daerah belum memiliki data base potensi PAD, lemahnya penegakan hukum terhadap kepatuhan membayar pajak, dan Administrasi pengelolaan pajak belum tertip”,kata Inspektotar Aceh itu.

Armia, SE, MM selaku ketua panitia kegiatan pemutahiran data se-Provinsi Aceh dalam sambutannya menerangkan, peserta rapat kerja dan seminar pemutahiran data hasil pemeriksaan inspektorat Aceh Se-provinsi Aceh itu di ikuti oleh inspektorat seluruh kabupate/kota se-Aceh.

“Acara Raker serta seminar pemutahiran data ini berlangsung dari tanggal 9 hingga 12 Mei 2016 di Kabupaten Bener Meriah, untuk hari ini, akan berlangsung acara pembukaan yang di buka langsung oleh Plt Bupati Bener Meriah Rusli M Saleh mewakili Gubernur Aceh. Usai kegiatan pembukaan acara akan dilanjutkan dengan seminar, yang langsung di pandu oleh perwakilan BPK perwakilan Aceh dan perwakilan KPK pusat”, terang Armia.

Dia juga menerangkan, yang mengikuti seminar antara lain, Ketua dan anggota  DPRK Bener Meriah, Inspektur se-Aceh dan sekertaris , Kepala Dinas, Badan, Kantor, 10 Camat, Reje Kampung, 10 orang kepala puskesmas. Pemateri perwakilan BPK perwakilan Aceh, dan Perwakilan KPK.

“Besok akan diselenggarakan kegiatan pemutahiran data yang akan dipandu oleh  inspektorat Aceh yang akan digelar di kantor inspektorat Bener Meriah, Kamis tanggal 12 Mei 2016 acara dilanjutkan dengan kegiatan penutupan rapat kerja dan seminar pemutahiran data tahun 2016 di selenggrakan di Kantor Inspektorat Bener Meriah”, terang Armia, SE, MM. (Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE