Pipa PDAM Pecah, Rumah Sakit Datu Beru Kekeringan Air

 

TAKENGON: Air adalah kebutuhan vital, tidak terkecuali bagi pasilitas umum seperti rumah sakit, lalu bagaimana kalau sebuah rumah sakit kekurangan pasokan air, inilah yang terjadi di Rumah Sakit Datu Beru Takengon, sudah berhari-hari pasokan air dari PDAM setempat berhenti, akibatnya pasien mengeluh karena merasa kurang nyaman.

Direktur Rumah Sakit Datu Beru, dr Hardiyanis Sp.PD kepada Kabargayo mengatakan meski pelayanan kepada pasien tidak ada masalah namun kenyamanan terganggu”Untuk mengatasinya hal ini kita terpaksa menyuplai 10 mobil tangki air perharinya ke Datu Beru, semoga bisa memenuhi kebutuhan air sementara sampai Pipa-pipa PDAM diperbaiki” ujar Hardiyanis.

Terhentinya pasokan air kata Hardiyanis, disebabkan pipa PDAM dikawasan jalan Lintang pecah dan pihak PDAM sedang berusaha untuk memperbaikinya.

“Sebenarnya meskipun telah kita upayakan dengan mobil tangki air, namun tidak akan maksimal karena kebutuhan air di Rumah Sakit Datu Beru besar, PDAM mengatakan hari Senin ini ( 12/9/2016) akan kembali normal”jelasnya.

Kebutuhan air di Rumah Sakit Datu Beru, perharinya 250 Kubik. Pihak Rumah Sakit ini sebenarnya telah menyediakan bak penampungan air yang disediakan untuk berjaga-jaga namun itu tidak cukup karena hanya untuk ruang darurat saja yang disalurkan airnya.

“Untuk ibadah dan keperluan buang hajat saja susah, karena tidak ada air, untuk para keluarga yang menemani pasien berobat terpaksa harus keluar rumah sakit untuk keperluan itu” kata salah seorang pasien yang ditemui Kabargayo. Ia berharap pihak terkait memperhatikan masalah ini.

Dampak dari pecahnya pipa PDAM ini, sejatinya bukan hanya dirasakan oleh Rumah Sakit Datu Beru, namun beberapa desa di Takengon juga pasokan airnya terhenti. Khususnya di desa Lentik Kebayakan, desa Lot Kala , Desa Bom , Lut Tawar dan Jalan Sengeda.

Pihak PDAM Tirta Tawar Aceh Tengah kepada wartawan mengatakan secepatnya memperbaiki kerusakan tersebut. Irwansyah selaku kerusakan tersebut sudah kami tangani hanya saja terkendala pipa yang harus di pesan dari luar daerah” sebut Irwansyah Kepala Bagian Operasional Lapangan di PDAM Tirta Tawar, ia juga meminta maaf kepada pelanggan PDAM yang selama ini tidak dapat di salurkan air dari rumah ke rumah akibat perbaikan tersebut.

Dengan biaya kurang lebih iuran 10 juta per bulan untuk air bersih di Rumah Sakit Datu Beru, pihak management rumah sakit mengharapkan pelayanan maksimal PDAM” Kita berharap pasokan air kembali normal” harap dr. Hardiyanis (Arsadi Laksamana)

Komentar Anda
SHARE