Bekerja Tanpa Libur, Petugas Kebersihan Takengon Minta Bupati dan DPRK Naikan Gaji

  • Whatsapp
Salah seorang petugas kebersihan di Paya Ilang, bekerja malam hari membersihkan “sampah berat” untuk dibuang ke penampungan. (Foto-Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; Petugas kebersihan di Kabupaten Aceh Tengah berharap gaji mereka dinaikkan. Inen Sari (37), salah satu petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLKH), dirinya sudah hampir 9 tahun bekerja sebagai petugas kebersihan, namun menurutnya gaji yang diterima terlalu kecil.

“Saya kerja setiap malam membersihkan pasar sayur Paya Ilang, habis maqrib saya bekerja hingga pukul 22.00 bahkan bisa lebih. Tidak ada kata sakit atau absen, pasar harus bersih dari sampah berat. Kami mohon pemrintah dan DPRK perhatikan gaji kami,” ujar Inen Sari.

Keluhan lain muncul dari pengawas kerja DLHK, pihaknya meminta kepada para anggota DPRK dan bupati agar memperhatikan kesejahteraan mereka yang turut membantu membersihkan Kota Takengon siang malam.

“Gaji yang diterima anggota tenaga honorer sebulan Rp. 700 ribu. Pekerjaan mereka ada yang pagi hari juga ada yang malam hari. Mereka bekerja tidak ada kata libur, bagaimana pasar harus bersih pagi hari dan kawasan kota harus bebas sampah,” ujar Taqwin di Paya Ilang, (16/10 malam.

Menurut tenaga honorer DLHK sudah wajar mereka dinaikan gaji, karena kebutuhan ekonomi sekarang sudah tidak sebanding dengan gaji yang mereka terima. “Sekarang sudah tidak sebanding harga kebutuhan pokok dengan gaji kami terima. Seemua serba naik ekonomi kami susah saat ini,” terang Inen Sari lagi memberikan komentar.

Melihat kerja mereka dilapangan sebenarnya sudah wajar pihak Eksekutif dan Legeslatif menaikan gaji mereka, tanpa mereka pasar dan sampah dari rumah warga tidak akan tertangani dengan baik selama ini.

Inen Sari membersihkan bagian Pasar Ikan Paya Ilang, agar bisa cepat selesai dirinya mengajak suami bekerja karena takut kemalaman. (Foto-Kabargayo)

“Kami mohon kepada Pak Bupati dan DPRK agar mempertimbangkan kenaikan gaji kami di tahun ini,” harap Taqwin sebagai pengawas lapangan. Menurut Taqwin ada 229 tenaga honorer di DLHK meminta kenaikan gaji.

“Kenaikan gaji bukan saja kali ini merka meminta, namun sudah beberapa kali. Semoga apa yang menjadi harapan mereka dikabulkan oleh bapak-bapak dewan terhormat dan bupati,” tutup Taqwin sambil mengawasi beberapa ibu-ibu yang membawa keluarga membantu bekerja. (KG45)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts