Pesan Nova Iriansyah di Pelantikan Sarkawi

REDELONG:Plt. Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah harapkan Kabupaten Bener Meriah  terbebas dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Hal tersebut ia ungkapkan ketika melantik Sarkawi sebagai bupati definitif sisa jabatan 2017-2022 dalam Rapat Paripurna Rapat paripurna istimewa di Gedung DPRK setempat, Selasa (30/4/2019).

“Perkuat langkah-langkah fasilitasi dan pengawasan demi pelaksanaan standar pelayanan minimal dalam rangka mendukung upaya peningkatkan kualitas layanan publik. Bersikaplah tegas dan bijaksana dalam menginisiasi lingkungan kerja yang sadar hukum, sehingga saudara mampu mencegah tindakan yang mengarah kepada KKN,” kata Nova Iriansyah dalam arahannya.

Read More

Pesan lainnya, untuk bekerja dengan sepenuh hati dan tulus, ikhlas dengan mengedepankan azas transparansi dan akuntabilitas. Termasuk menjalankan  program pembangunan yang pro rakyat dan merancang penggunaan  belanja daerah yang mengutamakan belanja publik.

Nova Iriansyah juga meminta Sarkawi untuk  mendorong semangat reformasi birokrasi akuntanbilitas kinerja pembangunan dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Bangun komunikasi efektif dengan legislatif. Upayakan pembahasan dan pengesahan APBK tepat waktu agar pembangunan setiap tahunnya
dapat dimulai lebih awal,”ujar Plt. Gubernur tersebut.

Tak hanya itu, Nova Iriansyah juga menekankan tentang pentingnya peningkatan kapasitas aparatur. Pengangkatan pejabat karena hubungan personal harus dihindari. Pejabat yang diangkat harus memiliki kapabilitas dan kompetensi sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

Sarkawi diminta juga untuk menyesuaikan program pembangunan Bener Meriah dengan program Pemerintah Aceh sesuai visi-visi yakni “Terwujudnya Aceh yang Damai dan Sejahtera melalui Pemerintahan yang Bersih, Adil dan
Melayani”, yang kemudian di tuangkan dalam 15 program prioritas pembangunan Aceh. Sehingga dengan sinergi yang baik pembangunan akan semakin berkualitas dan memperkuat satu sama lain.

Lain itu kata dia, Syarkawi dituntut lebih tegas, lebih bijak dan konsisten dalam menjalankan kebijakan. Ia juga harus mampu membangun tim kerja yang solid agar sistem Pemerintahan berjalan lebih baik dan pelayanan publik lebih berkualitas.

Sebagai Bupati, kata Nova Iriansyah, Sarkawi adalah milik seluruh elemen masyarakat Bener Meriah dan bukan hanya milik partai pengusung. Sebagai bupati mempunyai tanggung jawab untuk merangkul semua elemen yang ada untuk bekerjasama membangun Bener Meriah, potensi yang ada harus dioptimalkan.

Potensi di sektor pertanian baik kopi Arabika Gayo yang telah dikenal oleh dunia maupun  komoditi holtikultura, seperti kentang, lada, cengkeh, tembakau dan ragam buah -buahan.  Sektor ini agrobisnis ini harus lebih  ditingkatkan dengan menerapkan teknologi dan inovasi bidang pertanian.

“Kekuatan utama di kabupaten ini adalah sektor pertanian. Data BPS menyebutkan, sekitar 78,76% penduduk Bener Meriah berprofesi sebagai petani”jelasnya.

Kabupaten Bener Meriah,  memiliki kawasan hutan lindung, hutan produksi, dan hutan marga satwa yang luas. Kekayaan tersebut mesti dipertahankan sebagai pendukung sistem tata ruang daerah. Sehingga Bener Meriah selain sebagai pusat pengembangan tanaman pangan juga menjadi pengawal bagi pelestarian hutan Aceh. Demikian pesan Nova Iriansyah. (Wien Pengembara)

Related posts