Persoalan Hulu Air Simpang Tiga Belum Tuntas

REDELONG : Persoalan Hulu Air dan hutan lindung di kaki Bur Telong yang terus dirambah, membuat masyarakat di Dua kecamatan yaitu Kecamatan Bukit dan Wih Pesam merasa khawatir.

Kekwatiran itu bukan tidak ada alasan, dengan dirambahnya hutan tersebut selain menyebabkan krisis air juga dapat menimbulkan bencana alam. Hal itu disampaikan Reje Kampung Paya Gajah Ali, Senin ( 17/4/2018) dalam rapat yang digelar muspika Kecamatan Bukit, Wih Pesam, para Mukim dan Perwakilan Reje Kampung di Aula Pusaka Linge Kampung Baletu.

Menurut Ali, air dan hutan adalah merupakan sumber kehidupan manusia, namun keduanya juga dapat menyebabkan musibah kalau kita tidak menjaga dan merawatnya dengan baik. Seperti Hulu Air di Gunung Bur Telong dimana sejauh ini telah dirambah, kalau ini tidak segera dilestarikan maka ini akan menjadi bom waktu. Kata Ali.

Lanjutnya, persolan ini bukan persoalan baru, ini merupakan persoalan yang telah lama. Namun penyelesaiannya saja sampai sekarang belum juga tuntas.

Untuk itu, Kata Ali, kita berharap pemerintah daerah kabupaten Bener Meriah melalui instansi terkait lebih serius menangani persoalan ini. Pinta Reje Kampung Paya Gajah itu.

Sementara Itu Kepala Mukim Teritit dalam kesempatan itu menyampaikan, terkait persoalan ini perlu untuk membentuk tim agar persoalan ini dapat diselesaikan.

” Perlu adanya kerjasana, atau sebuah perjanjian dalam menyelesaikan permasalahan hulu air ini ” sebut Mukim Teritit.

Sementara itu Fauzi Muhda Seketaris Mukim Simpang Tiga meminta, Hulu air dan hutan lindung di Bur Telong agar secepatnya di lestarikan. Karena sudah 14 tahun persoalan ini tidak selesai, akibatnya kerusakan hutan dan hulu air telah mencapai 60 persen, dan air pun telah tercemar dengan fungsisida. Ungkapnya.

Sementara itu Efendi perwakilan Komunitas Agro Wisata ( Komatiga) menyebutkan, perlu adanya komitmen dan pengakuan wilayah tersebut untuk dijadikan hutan adat, karena sekarang ini Presiden telah menerbitkan peraturan yang membolehkan hal itu. Untuk itu perlu pengakuan dan komitmen yang serius dan mendorong pemerintah untuk mewujudkan hal itu agar mukim dan kuasa atas kelestariannya. Pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin Camat Bukit menyampaikan, perlu penyelamatan kawasan hulu air dan Bur Telong, oleh sebab itu dalam kesempetan ini perlu dibuat rekomendasi dan pelestarian hutan. (Gona)