Penyuluh Pertanian Se-Aceh Ikuti Jambore di Subulussalam

0

image

Para penyuluh pertanian se- Provinsi Aceh mengikuti jambore selama 2 hari di Kota Subulussalam, mulai 21-22 Mei 2016.

 

Kumpulnya para penyuluh pertanian tersebut menurut ketua Perhiptani Aceh Ir H Nasaruddin MM baru pertama sekali dilakukan, dan menurutnya kota Subulussalam telah mencatatkan diri dalam sejarah dilakukannya Jambore pertama penyuluh pertanian se-Aceh.

 

“Ada yang pertama, pasti ada yang ketua, dan melalui momentum jambore ini diharapkan semakin meningkatkan peran penyuluh pertanian, khususnya di Provinsi Aceh,” kata Nasaruddin yang juga merupakan Bupati Aceh Tengah.

 

Kondisi global sangat mempengaruhi ketahanan pangan suatu negara, jika kondisi aman negara yang kekurangan pangan masih bisa mengimpor dari negara lain. Hal berbeda jika terjadi konflik global, maka negara yang punya kekuatan pangan akan bertahan.

Menurut Nasaruddin seiring dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan, peran penyuluh pertanian menjadi strategi ikutan yang diharapkan mendukung program pemerintah tersebut.

“Kita harapkan sejalan dengan program Nasional untuk merevitalisasi fungsi penyuluh pertanian, peran dan fungsi penyuluh khususnya di Aceh, kedepan dapat terus menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan masyarakat,” demikian Nasaruddin.

 

Ketua Bidang Acara Jambore Penyuluh Pertanian 2016, drh Ahdar, MP dalam keterangan pers menyatakan bahwa kegiatan jambore ini diikuti sekitar 1000-1200 penyuluh pertanian dari 23 kab/kota se Aceh dan dibuka langsung oleh Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah.

Jambore penyuluh kali ini akan diisi kegiatan temu wicara, lomba penyuluhan berbasis syariah, lomba tanam padi pola jajar legowo, gerak jalan santai (fun walk) dan pentas seni tradisional oleh para penyuluh.

 

Selain itu, disela acara Jambore juga juga akan digelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) Perhiptani Aceh, (Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE