Pengusaha Galian C Bener Meriah Sepakati Tidak Menaikan Harga Sampai 20 April

REDELONG : Untuk menyelesaikan persoalan kenaikan harga material yang ditetapkan oleh pengusaha galian c, yang berujung mogok kerjanya para supir dam truk di Kabupaten Bener Meriah beberapa hari kebelakang dan menggelar audensi, kamis (4/4/2019) Pemkab setempat menindak lanjuti dengan kembali menggelar audensi dengan pihak terkait. Jumat (5/4/2019).

Audensi tersebut menghadirkan supir dan truk, para pengusaha galian c dan organda serta unsur instansi terkait membidangi usaha tambang dan perizinan itu di Aula Sekdakab Bener Meriah.

Audensi yang dipimpin oleh Pelaksana tugas ( Plt ) Sekretaris daerah ( Sekda Khairun Aksa yang didampingi Kepala Dinas Perdagangan Miharbi, Staf Khusus Plt Bupati Bener Meriah Alwin, Kepala Pertanahan Dinas Bener Meriah Muhammad Ja’far dan Salawati yang Mewakili Dinas Lingkungan Hidup serta Kabag Ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua persatuan usaha galian C Bener Meriah Saharmiza menyampaikan, sudah jauh hari bahkan pada tahun 2018 pihak galian c sudah menyampaikan surat kepada pemerintah daerah terkait usulan kenaikan harga material, namun belum ada jawaban dan baru pada Kamis (4/4/2019) pihak pemda Bener Meriah baru menjawab usul tersebut dengan tidak menyetujui usulan yang akan disampaikan untuk sementara waktu ini.

Saharmiza menjelaskan banyak alasan pihaknya untuk menaikan harga material Rp5000 sampai Rp 10.000 perkubik. Ia beralasan disamping harga kebutuhan operasional ( BBM, dan Sewa Alat Berat ), pihak pengusaha galian c juga sangat diberatkan dengan pengurusan dokumen perizinan.

“Bahkan satu dokumen perizinan kata Saharmiza, para pengusaha galian c di Kabupaten Bener Meriah harus mengeluarkan uang Rp. 35 sampai Rp. 40 juta hanya untuk satu dokumen”ujarnya.

Mahalnya biaya perizinan, Saharmiza meminta pihak instansi terkait di Bener Meriah untuk menyurati dan menyampaikan kepada pihak Provinsi untuk tidak memberatkan dan para pengusaha tambang galian c di daerah.

Dilain pihak, sopir dam truk Bener Meriah, Sahru dan Kawan kawan, mendesak kepada pemerintah agar pihak pengusaha galian c untuk tidak menaikan harga material yakni pasir dan batu dan tetap mengacu kepada harga yang lama sebelum adanya perubahan harga resmi yang disepakati.

” Guna untuk beraktifitasnya kembali kami supir dam truk yang telah tidak bekerja 5 hari dengan hari ini, kami memohon pihak galian c harus legowo dulu dengan ketentuan harga yang lama untuk beberapa hari kedepan “, pinta Sahru.

Sedangkan Ketua Organda Bener Meriah, Muhammad Arif dalam kesempatan itu menyebutkan, pihaknya dalam hal ini kapasitasnya hanya menghitung harga jarak trayek dan tidak ada kewenangan kami dengan menaikan atau menurunkan harga material.

” Organda hanya menentukan harga zona traik jasa angkutan , seupama di seputaran kecamatan Bukit berapa, dan wilayah Kecamatan terjauh di Bener Meriah berapa ” tegas M. Arif.

Mewakili Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H Sarkawi, Plt Sekda Khairun Aksa, Staf Khusus Plt Bupati Alwin dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Miharbi, meminta baik kepada pihak pengusaha galian c maupun kepada supir dam truk untuk bersabar menunggu regulasi yang akan dibuat pemerintah menyakut hal tersebut. Mengingat, saat ini sedang berlangsung tahapan pemilu yang tinggal menghitung hari.

“Pasca pemilu Pemda akan menyelesaikan semua persoalan ini”kata Khairun Aksa.

Dari hasil audensi tersebut, pihak galian C menyetujui tidak menaikan harga dan masih mengacu pada harga yang lama yaitu Rp.150.000 untuk ukuran standar. Namun hal itu berlaku hanya sampai tanggal 20 April mendatang, pihak pengusaha galian c meminta Pemerintah daerah pada tanggal 21 April sudah harus mengeluarkan keputusan untuk harga terbaru. ( Gona )

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!