Pengurus DPD II  Bener Meriah Angkat Bicara DPP Golkar Usung Ahmadi

REDELONG-Terkait informasi DPP Golkar mengusung Ahmadi sebagai Bakal Calon Bupati pada Pilkada mendatang, yang berpasangan dengan Tgk Syarkawi,  wakil ketua  DPD II  Golkar Bener Meriah, Sarkati mempertanyakan dasar Keputusan DPP mengeluarkan surat putusan tersebut, Kamis, (11/8/2018).

Sarkati  didampingi oleh Darwinsyah wakil Sekertaris serta Lutfi Mirwan bersama pengurus lainnya  Satrianto, Julbakri, di Kantor DPD II  Golkar pada awak media menyampaikan rasa kekhawatirannya bila DPP Golkar mengambil keputusan menetapkan Ahmadi yang diusung Partai Golkar. 

“Siapa yang di restui oleh DPP Golkar untuk menjadi Bakal Calon Bupati dari Golkar, itu kami serahkan pada DPP yang memutuskan, akan tetapi bila mana DPP benar-benar memilih Ahmadi kami selaku pengurus DPD II Golkar Bener Meriah sanggat merasa kecewa, dan sejauh ini belum ada sepotong surat pun yang di sampaikan oleh DPD I Golkar Aceh mau pun DPP Golkar pusat terkait hasil siapa yang di usung dalam pilkada 2017 ini” Ungkap Sarkati.

Ia juga mengatakan bila hal tersebut benar pihaknya merasa khawatir Golkar Bener Meriah kedepanya akan terpuruk,  karena sejauh ini DPD II Golkar Bener Meriah tidak pernah mengusulkan Ahmadi dalam Pilkada 2017 ini, “Bahkan karna Ahmadi akan maju dari independen pada bulan Mei 2016 telah mengajukan surat pengunduran diri dengan agenda surat istimewa. Lantas tiba-tiba sekarang dia yang di usung DPP itu membuat kami curiga dan heran, ada apa dengan Golkar” Ujar Sarkati.

Sarkati menambahkan, dirinya merasa heran atas surat dari DPP Golkar” Selama saya sudah berpuluh-puluh tahun sebagai tim sukses tidak pernah seorang calon yang langsung menerima surat putusan dari pusat, kok tiba-tiba sekarang itu terjadi, kalau menurut aturan partai, surat itu di sampaikan DPP ke DPD I dan DPD I menyampaikan pada DPD II” jelas  Sarkati.

” Kami berharap DPP meninjau kembali ke daerah agar Golkar tidak terpuruk, sebagai penggalaman keputusan yang salah oleh DPP karena lebih meyakini hasil survey pada masa Pilkada di Kabupaten Aceh Tengah tidak merestui ketua maju dari Golkar karena memilih yang lain, apa yang terjadi kemudian ketua Golkar tersebut pindah ke partai yang lain dan beliau menang, serta begitu juga pada Pemilihan Legislatif 2014 lalu,  dimana Tagore Abu Bakar tidak di restui maju dari Golkar padahal dia ketua partai DPD II Golkar, yang juga pindah perahu ke partai PDI.P dan Beliau juga terbukti di pilih oleh masyarakat dan menjadi anggota DPR-RI sekarang ini”cetus Sarkati. Untuk itu ia meminta DPP harus meninjau keputusan tersebut  dan jangan hanya lebih mempercayai hasil survei.(Gona/Wien Pengembara)

SHARE