Pengikut Organisasi Gafatar Berhak Dapat Perlindungan Hukum ?

0

Para anggota Gafatar yang beberapa waktu lalu sempat mendapatkan amukan dari massa dan juga rumah mereka yang dibakar harusnya mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos yang mengatakan jika harusnya pemerintah wajib memberikan perlindungan pada pengikut Gafatar setelah terjadinya amuk massa di Mempawah, Kalimantan Barat.
“Pengikut Gafatar adalah warga negara yang berhak atas perlindungan dan hak atas rasa aman,” kata Bonar seperti dilansir Antara, Rabu (20/1/2016).

Ia menilai jika harusnya pemerintah memberikan perlindungan, negara tidak boleh membiarkan mereka mendapatkan penganiayaan dari siapapun.

“Apalagi, pemerintah sama sekali belum pernah meminta klarifikasi langsung pada pengurus organisasi itu,” katanya.

Bonar juga memperingatkan pemerintah untuk bekerja seusai dengan konstitusi dan perundang-undangan bukannya pada fatwa-fatwa yang tidak memiliki kekuatan hukum.

Penyesatan yang dilakukan oleh keagamaan tertentu malah akan melahirkan kekerasan dari massa, bahkan jika tak diantisipasi bisa berujung fatal.

“Penyesatan oleh lembaga keagamaan tertentu yang diafirmasi oleh negara dipastikan akan melahirkan kekerasan massa. Jika tidak diantisipasi, maka pengusiran, penganiayaan, dan diskriminasi terhadap kelompok Gafatar akan berkelanjutan,” ujarnya.

Seperti yang terjadi di Mempawah belum lama ini, menurut Bonar meupakan dampak dari penyataan sesat dari sepihak saja tanpa ada pemeriksaan yang lebih lanjut. Hal tersebut menimbulkan kebencian di masyarakat dan mengganggap jika Gafatar merupakan aliran sesat serta malah mendapatkan kekerasan dari massa.

“Penyesatan tanpa proses pemeriksaan yang fair dan akuntabel yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan diafirmasi oleh aparat negara telah memicu kemarahan publik pada kelompok Gafatar,” jelas Bonar.

Seperti yang diketahui jika beberapa waktu lalu, ribuan massa menggeruduk pemukiman dari anggot agafatar yang berada di Mempawah, Kalimantan Barat.

Massa bukan hanya melakukan pengusiran terhadap para pengikut Gafatar tersebut, melainkan juga telah membakar sepuluh rumah-rumah yang digunakan para pengikut Gafatar untuk tinggal. Para pengikut itu hanya bisa berlarian menyelamatkan diri lantaran begitu banyaknya massa yang mengamuk.

Maka sebanyak 700 pengikut Gafatar yang ada di Mempawah tersebut diamankan oleh pihak kepolisian, dan rencananya mereka yang juga merupakan pendatang di Kalimantan Barat akan di pulangkan ke daerahnya masing-masing. smeaker.com

Komentar Anda
SHARE