Pengaruh Covid-19 dan Kebijakan New Normal Terhadap Masyarakat

  • Whatsapp
Oleh : WILDAN ARFIGA

Virus Corona (Covid-19) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China, pada akhir Desember tahun 2019. Virus Corona ini sangat mudah menular dan dapat memengaruhi pola kehidupan baik di bidang sosial, pendidikan, budaya, ekonomi, kesehatan dan lain-lain. Virus Corona ini telah menyebar ke seluruh belahan negara yang ada di dunia, termasuk Negara Indonesia.

Dengan penularan virus Corona yang sangat cepat ini beberapa Negara sempat memberlakukan sistem Lockdown, guna untuk memutus tali penyebaran Covid-19 ini. Termasuk di Indonesia. Menurut beberapa ahli, menyebutkan bahwa virus Corona ini menyerang sistem pernapasan pada manusia, Virus corona ini merupakan virus yang sangat mematikan, karena dapat melukai dengan cepat pada paru-paru manusia. Untuk itu kita harus memiliki sikap kewaspadaan dan ketelitian dalam kehidupan bermasyarakat.

Read More

Sejak awal kasus pertama diumumkan di Indonesia, peningkatan pasien positif terus meningkat secara drastis. Kasus virus Corona di Indonesia berawal dari warga Negara Jepang yang terinfeksi virus tersebut. Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa kasus virus corona di Indonesia ini terungkap karena adanya laporan bahwa salah satu warga Negara Jepang dinyatakan positif virus Corona. Dan warga Negara Jepang tersebut baru saja pergi berkunjung ke Negara Indonesia.

“Begitu adanya informasi bahwa ada orang jepang yang masuk ke Indonesia, kemudian tinggal di Malaysia dan di cek di sana positif Corona, tim dari Indonesia langsung telusuri. Orang Jepang ke indonesia siapa saja, dan bertemu siapa saja. Ternyata orang yang terkena virus Corona ini berhubungan dengan 2 orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun”. Ujar Presiden Jokowi.

Dikutip dari laman panitia gugus Covid-19 di Indonesia menyebutkan bahwa Kasus positif pasien Corona pada rabu (3/6) mencapai 28.233 kasus. Dari jumlah itu, pasien yang dinyatakan sembuh 8.406 orang dan 1.698 orang lainnya telah meninggal dunia.

Virus Corona telah mengubah sistem pola kerja baik pada bidang sosial, pendidikan, budaya, ekonomi, sarana prasarana, dan lain-lain. Hal ini memengaruhi terjadinya perubahan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, hingga ke tingkat desa/kampung. Pemerintah Indonesia telah banyak melakukan upaya dan kerja keras guna untuk memutus tali penyebaran Covid-19. Contohnya seperti, menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang telah ditanda tangani oleh Presiden

. Kemudian pemerintah telah menerbitkan peraturan pemerintahan tentang pembatasan sosial bersekala besar tersebut, dan juga telah ditetapkanya kedaruratan kesehatan masyarakat. Serta menutup pintu masuk, sehingga adanya larangan sementara untuk masuk ke Indonesia. Melalui Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly telah menerbitkan larangan sementara untuk masuk atau transit di Indonesia bagi warga asing. Semua hal ini di lakukan guna untuk memutus tali penyebaran Covid-19.

Salah satu pengaruh besar dari virus Covid-19 ini adalah terhadap kinerja perekonomian yang ada di Indonesia. Dari segi pekerjaan, hampir rata-rata 50 juta orang lebih warga Indonesia terancam kehilangan pekerjaannya, serta mulai adanya pengangguran yang sangat besar bagi warga, sehingga dapat berpengaruh terhadap kehidupan pada masa sekarang, dan masa depan nanti.

Menkeu menjelaskan bahwa pendapatan dan kinerja perekonomian di Indonesia telah mencapai Rp.375,95 Triliun. Pendapatan Negara masih mampu tumbuh positif akhir Triwulan I, namun tekanan di depan harus diwaspadai. Dan juga sekarang kita mendengar informasi bahwa pelaksanaan ibadah Haji tidak diperbolehkan, sehingga hal tersebut dapat membuat alur perjalanan ekonomi bagi para jamaah itu sulit untuk di stabilkan.

Pengaruh besar lainnya adalah terhadap kinerja sosial dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu adanya timbul rasa curiga dan hilangnya kepercayaan dan rasa toleransi terhadap orang-orang yang ada di sekitar. Contohnya ketika sebelum adanya Covid-19 ini, para warga di sebuah perkampungan selalu membuat kegiatan gotong-royong dengan cara mengumpulkan seluruh warga untuk membersihkan kampung tersebut. Tetapi dengan adanya wabah Covid-19 ini, kegiatan sosial tersebut tidak dapat dilakukan lagi karena adanya sifat curiga, hilangnya kepercayaan, rasa takut terhadap keramaian, dan perkumpulan keramaian.

Pengaruh besar Covid-19 ini, juga berpengaruh terhadap kehidupan di masa depan yang akan datang. Dengan adanya Covid-19 ini, tentunya kehidupan di masa depan tidak akan pernah sama seperti kehidupan pada masa kemarin dan masa sekarang. Karena pada dasarnya, para warga sudah memiliki sikap kewaspadaan yang sangat kuat terhadap kehidupan perkumpulan masyarakat. Karena virus Covid-19 tidak akan hilang dari muka bumi dalam waktu yang lama. Sehingga, mulai adanya kehidupan jaga jarak. Hal ini berpengaruh besar terhadap budaya dan sosial.

Pada saat sekarang ini, pemerintah mulai membuat pola pikir dan peraturan baru, salah satunya yaitu new normal. Maksud dari new normal ini adalah langkah cepat dalam penanganan Covid-19 dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya.

Masyarakat memulai kehidupan yang seperti biasa secara perlahan dan menjaga produktivitas dengan tatanan baru tetapi tetap membudayakan peraturan-peraturan serta perilaku seperti hidup bersih, menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan lain-lain. Istilah new normal ini mulai sering ditemui oleh para masyarakat di sosial media. Beberapa daerah telah membuat aturan terkait dengan akan mulainya penerapan newnormal bagi wilayah dengan istilah ”Zona Hijau”.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) telah membuat pedoman transisi pada saat mulainya kehidupan new normal selama pandemi Covid-19. Pengendalian dan pengawasan ini harus dilakukan di tempat yang memiliki kerentanan tinggi terhadap Covid-19 misalnya, fasilitas kesehatan, panti jompo, dan tempat perkumpulan masyarakat.

Wacana dan rencana pemerintah yang hendak menerapkan peraturan kebijakan new normal (tatanan kehidupan yang baru) menuai berbagai respons dan sikap dari sebagian masyarakat. Sebagian masyarakat ada yang setuju dan tetap menerapkan peraturan dan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menajag jarak, mencuci tangan, dan lain-lain. Serta ada juga masyarakat yang tidak sejutu terhadap kebijakan tersebut.

Dengan alasan bahwa apabila kebijakan ini diterapkan, maka kemungkinan besar akan terjainya peningkatan yang besar terhadap kasus Covid-19 di Indonesia. Setiap rencana pasti memiliki suatu hal yang positif, dan pasti ada hal yang negatif. Begitu juga kebijakan new normal ini. Terdapat hal yang positif dan juga negatif.

Contoh dampak positif terhadap penerapan new normal ini adalah bangkitnya pertumbuhan kembali perekonomian di Indonesia, dan mulai di stabilkannya kehidupan baik di bidang sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Dan kemudian dampak negatif dengan diterapkannya new normal ini adalah melonjaknya peningkatan kasus Covid-19, dan rakyat lah yang menjadi korban.

Dengan adanya kehidupan new normal, kita sebagai waga harus mengikuti kebijakan yang dibuat oleh pemerintah terhadapa kehidupan new normal tersebut. Contohnya seperti, kita harus beradaptasi dan menyesusaikan diri dengan perubahan kehidupan pola sosial dan lingkungan. Kita juga harus menyesuaikan diri ketika beraktivitas dengan menerapkan protokol dan melaksanakan peraturan yang dibuat oleh pemerintah.


Untuk itu, kita sebagai warga Negara Indonesia, harus berfikir secara rasional, dan menumbuhkan sikap kewaspadaan dan ketelitian terhadap kehidupan yang akan datang nanti. Kita harus pandai memilah mana yang baik, dan juga mana yang buruk dalam menjalankan kehidupan. Karena pada intinya, setiap orang itu pasti mengininkan yang terbaik untuk dirinya, keluarganya, kerabatnya, dan seluruh masyarakat Indonesia.

Mari sama-sama kita jaga kesehatan dengan cara menjalankan protokol dan peraturan seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, jaga jarak, dan jangan keluar rumah kecuali ada hal yang sangat penting.

“Semangat dalam menjalani kehidupan, dan jaga kesehatan untuk kebaikan hidup di masa depan”.

Penulis adalah Mahasiswa prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Syiah Kuala

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts