Pemilik Usaha Penggilingan Bakso Bunga Mawar Digelandang Polisi

0
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Eko Wahyudi, S.IK di dampingi oleh Wakapolres , Warosidi dan Kasat Reskrim Bobby Rahmadani saat memberikan keterangan pers, terkait penahanan pemilik usaha penggilingan Bakso Bunga Mawar. Selasa 1/3/2017

TAKENGON-    Setelah satu Bulan lebih masyarakat dihebohkan dengan adanya temuan Bakso berbahan daging Babi di Kabupaten Aceh Tengah, berdasarkan  hasil uji Laboratorium bersumber Balai Veteriner Medan, akhirnya pemilik usaha penggilingan Bakso Bunga Mawar digelandang ke Kantor Polisi.

Dalam keterangan pers yang di berikan oleh AKBP. Eko Wahyudi S,IK. selaku Kapolres Aceh Tengah, Rabu 1/3/2017 kepada awak media membenarkan terkait telah ditahannya pemilik usaha penggilingan Bakso Bunga Mawar yang bertempat di Lr. Asrama merah kawasan Musara Alun Dua Takengon Aceh Tengah.

Sesuai hasil keterangan dari uji sampel ke dua yang di terbitkan oleh Balai Veteriner Medan dengan hasil yang positif terindikasi BBCPCR, Kapolres  mengatakan pemilik usaha tersebut telah ditahan sebagai Tersangka.

Kapolres juga menjelaskan bahwa penahanan si pemilik usaha, adalah hasil pengembangan dan telah sesuai dengan laporan bukti uji Lab serta hasil rapat Forkopimda di Pemda Aceh Tengah dan melibatkan jajaran instansi terkait di pemerintahan, terdiri dari MPU Aceh Tengah, Dinas Perdagangan, Dinas Satu Pintu, Dinas Pertanian dan Peternakan.

Eko Wahyudi,  yang di dampingi oleh Wakapolres Aceh Tengah Warosidi dan Kasat Reskrim Bobby Rahmadani, kepada wartawan secara lugas mengatakan, “Hasil Uji Laboratorium dari Balai Veteriner Medan yang di terbitkan pada tanggal 20/2/2017, dinyatakan Positif”.

Kapolres juga mengatakan sesuai dengan pengembangan sampel awal yang di terbitkan pada 11 januari 2017 oleh Balai Veteriner Medan dengan hasil uji sampel yang positif (BBCPCR atau DNA Babi), maka untuk kemudian kembali di ambil uji sampel yang kedua sebagai tindak lanjut oleh Balai Veteriner Medan yang di keluarkan hasil uji sampel pada 20/2/2017, dengan hasil Laboratorium yang juga Positif.

Sebagai tindak lanjut penanganan kasus dugaan Bakso berbahan daging Babi yang meresahkan masyarakat tersebut, Kapolres mengatakan bahwa “keterlambatan pemberitahuan hasil uji Lab yang ke dua diketahui juga positif oleh Balai Veteriner Medan, namun di sebabkan karena pihak Balai Veteriner Medan melihat adanya problem (kehebohan) di masyarakat, sehingga Balai Veteriner Medan melakukan uji Laboratorium banding ke MAROS makasar untuk kepastiannya, juga dengan hasil uji Lab yang Positif (BBCPCR). Dalam kasus ini Kapolres mengatakan bahwa laporan hasil uji Laboratorium dari Balai Veteriner Medan sepenuhnya di serahkan kepada pihak Polres Aceh Tengah, oleh Dinas satu Pintu Aceh Tengah sebagai dinas yang berkompeten, untuk di publikasikan kepada pihak media.

Kapolres juga mengatakan bahwa  saat ini sudah dibentuk Tim Pengawas Lapangan yang terdiri dari beberapa komponen  yang dilibatkan untuk pengujian tempat usaha lainya, diantaranya pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Pertanian dan peternakan yang akan mengambil uji sampel di lapangan, apabila nanti hasilnya negatif, masyarakat tidak perlu lagi khawatir untuk mengkonsumsi Bakso. demikian yang di katakan oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP. Eko Wahyudi S,IK. kepada awak media dalam kesempatan tersebut. (ErwinSp)

 

Komentar Anda
SHARE