Pemecatan Dirut PDAM Bener Meriah Berpotensi Melanggar Aturan

  • Whatsapp
Direktur Ramung Institut Waladan Yoga (Photo/Ist)

Kabargayo.com, Redelong: Terkait pemecatan Tgk M.Daud Albar. SH selaku direktur PDAM Tirta Bengi Bener Meriah mendapat sorotan dari Direktur Ramung Institut Waladan Yoga, menurutnya pemberhentian secara tiba tiba itu berpotensi melanggar aturan.

“seharunya pemberhentian itu harus melalui mekanisme yang telah ditentukan, minsalnya, sebelum diberhentikan harus terlebih dahulu ada evaluasi dan setidak tidaknya ada peringatan terkait dengan kinerjanya sebagai direktur PDAM Tirta Bengi,” kata Waladan, Jum’at (08/05/2020).

Read More

Jika kemudian tidak ditemukan hal hal prosedural seperti adanya peringatan, kesalahan fatal atau evaluasi kinerja kata dia, maka hal itu dapat disebut sebagai perbuatan yang sewenang-wenang dan berpotensi melanggar hukum.

Lebih rinci ia menjelaskan, PDAM memiliki regulasi, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas Atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah.

“Ketiga aturan ini adalah dasar aturan dalam memanajemen sebuah Perusahaan Daerah Air Minum, jadi sangat rigid, tidak boleh ditafsirkan oleh seorang Bupati, harus merujuk pada aturan yang ada. Dalam aturan ini diatur tata cara pemberhentian direksi sampai pada tata cara pengangkatan direksi, semua diatur dengan sangat detail,” jelas Waladan.

Tambahnya lagi, Tgk Daud selaku Direktur PDAM dapat menempuh upaya hukum dengan menggugat Surat Keputusan Bupati Bener Meriah ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kita sarankan SK pemecatan itu sudah diterima untuk dijadikan objek gugatan. Selain itu direktur PDAM juga dapat melaporkan kasusnya ke Ombudsman Perwakilan Aceh,” terangnya.

“Direktur PDAM disarankan sebaiknya mengajukan gugatan/keberatan 21 hari setelah diterima atau diterbitkannya SK Pemecatan. Walapun tenggat waktu pengajuan gugatan itu 90 hari, lebih cepat lebih baik,” tutup Waldan Yoga beri saran ke Tgk Daud.

Untuk diketahui, Dirut PDAM Tirta Bengi Bener Meriah resmi diberhentikan oleh Bupati Abuya Sarkawi tertanggal 06 Mei 2020 yang lalu. Posisi nya kini digantikan oleh Salman. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts