Pemda Bener Meriah Akan Rasionalkan Honorer Yang Melebihi Batas Maksimal 

0

Drs. Ismarissiska, MM Sekda Bener Meriah
REDELONG : Upaya Pemerintah  Kabupaten Bener Meriah untuk Rasionalisasikan ( Verifikasi) tenaga honorer yang telah melebihi angka maksimal didaerah, itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Hal tersebut disampaikan Seketaris daerah (Sekda) Drs Ismarissiska. MM pada awak media Kamis (30 /3/2017) diruang kerjanya. 

Ismarissiska menyebutkan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Bener Meriah hanya sekitar 160.000 (Seratus enam puluh ribu) orang sangat tidak rasional tenaga honorer mencapai 4276 orang untuk itu perlu tindakan merasionalkan tenaga honorer sesuai dengan kebutuhan Dinas pada jajaran Pemerintah daerah Kabupaten ini, dimana jumlah rasional honorer  hanya sekitar 1000 orang saja. Ujar Ismarissiska. 

” selain tidak rasional dengan beban kerja yang dibutuhkan, juga membeludaknya tenaga honorer sangat membebani anggaran daerah akibatnya Dana Alokasi Umum ( DAU) banyak terserap untuk gaji para honorer, dimana dana DAU hanya 24 milyar pertahun”. 

Untuk itu kata Ismarissiska, kita akan panggil seluruh Kepala SKPK atau Kepala Dinas untuk mendata honorer di dinas masing-masing, karena kita pingin data honorer yang kongkrit, jangan-jangan ada nama honorernya namun orangnya tidak ada. Untuk itu hanya kepala dinaslah yang bisa menjelaskan bila ada temuan nantinya seperti itu. Ucap Ismarissiska. 

Terkait honorer, kita berharap yang memiliki kualitas yang diutamakan bukan kuantitasnya yang akan dirasionalkan sesuai dengan kebutuhan dimasing-masing SKPK. Sebut Ismarissiska. 

” Kita sudah merumuskan dengan teman-teman ( Tim) supaya kita seleksi secara kualitas, kemudian akan kita rasional sesuai yang dibutuhkan, agar honorer yang benar-benar dibutuhkan mendapat gaji mereka terima minimal sesuai Upah minimum regional (UMR) . 

Ismarissiska menegaskan, terkait seleksi honorer nantinya, harus yang direkomendasi dari Dinas-Dinas karena dinas tersebut yang memakai tenaga mereka untuk bekerja. Karena yang wajib bekerja itu adalah para PNS yang telah menerima gaji tetap. Paparnya. 

Ketika disinggung terkait honorer didominasi  dari masyarakat Kabupaten Aceh Tengah, Ismarissiska menyatakan, bisa jadi, karena menurutnya honorer dari Aceh Tengah bukan terjadi pada masa Bupati yang sekarang namun itu sudah terjadi dari Bupati yang sebelumnya. Tuturnya. 

Dan saat disinggung kenapa jumlah honorer melebihi batas maksimal dia menyebutkan, banyak masyarakat yang sudah tamat sekolah yang mengajukan permohonan, bahkan sebahagian mereka asalkan diterima bakti pun mereka rela, namun setelah berjalan setahun mereka menuntut untuk masuk ke honorer sehinga jumlah honorer melebihi batas maksimal.  Kata Ismarissiska. (Gona) 

Komentar Anda
SHARE