Pembukaan Jalan Lelumu-Gading Masih Memerlukan Izin

IMG-20160903-WA038
Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menjelaskan peta rencana pembukaan jalan Lelumu-Gelumpang Gading kepada ‎Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc, Jum’at (02/09) di Jakarta.

TAKENGON-Guna membicarakan status pinjam pakai kawasan hutan yang dilalui rencana pembukaan jalan Lelumu Kecamatan Pegasing – Gelumpang Gading Kecamatan Linge, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menemui Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc, Jum’at (02/09) di Jakarta.

“Alhamdulillah, prinsipnya pak Dirjen setuju dan meminta kita segera melengkapi kekurangan administrasi berupa dokumen Izin lingkungan dan rekomendasi dari Pemerintah Aceh,” ungkap Nasaruddin dalam siaran pers, Sabtu (03/09).

Bahkan Bupati yang akrab disapa Pak Nas ini mengatakan apabila kekurangan persyaratan administrasi telah dilengkapi, Dirjen berjanji membantu mempercepat penerbitan izin pinjam pakai kawasan hutan yang diusul Pemda Aceh Tengah.

Pembukaan jalan Lelumu-Gelumpang Gading dilakukan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sepanjang 11,7 KM dengan lebar 12 M, namun karena masih terkendala kawasan hutan untuk tahap awal dikerjakan dua arah dari masing-masing kampung sepanjang 2,8 KM di kawasan yang masih tergolong Areal Penggunaan Lain (APL).

Jalan ini menjadi prioritas Pemkab Aceh Tengah untuk memperpendek jarak antar ibukota Kecamatan Linge (Isaq) dengan Ibukota Kabupaten (Takengon) dari jalan yang selama ini digunakan. Bahkan, Jalan yang akan dibuka tersebut juga diproyeksikan sekaligus menjadi jalan alternatif bagi masyarakat Kecamatan Atulintang dan Jagong Jeget.

Selama ini, jalan Takengon-Isaq Kecamatan Linge yang dimanfaatkan warga biasa ditempuh dengan jarak 34 Kilometer, walaupun kondisi jalan sudah beraspal mulus tetap saja jalur ini memiliki jarak yang relatif jauh, dan lebih dominan berkontur tebing yang cukup dalam serta tikungan tajam, sehingga kerab terjadi longsor dan kecelakaan.

Sementara jalan yang akan dibuka menurut Pak Nas memiliki jarak yang lebih pendek, lebih landai dan lurus serta hampir tidak ada jurang, sehingga lebih aman untuk dilalui.

“Bila jalan ini selesai, diperkirakan Takengon-Isaq hanya tinggal berjarak 22 Kilometer saja,” demikian Pak Nas.(Rel)

Komentar Anda
SHARE