Pembongkaran Gubuk “Asmara” Ali-Ali, Warning Bagi Pengelola Wisata Agar Lebih Islami

0

 

REDELONG: Gubuk-gubuk di objek wisata Ali-Ali akhirnya dibongkar, keberadaan 150 gubuk-gubuk objek wisata yang berada di Kecamatan Pintu Rime Gayo ini telah sejak lama menimbulkan opini negatif, karena dianggap menjadi salah satu tempat mesum dan pelaku bahkan merasa aman-aman saja karena seakan tidak pernah “disentuh” aparat penegak hukum.

Pembongkaran gubuk-gubuk setinggi dua meter dengan atap yang sengaja dibuat menutupi bangku yang hanya bisa diduduki dua orang itu, telah lama menuai sorotan dan kecaman. Bagaimana tidak jika masuk kedalam gubuk-gubuk itu maka yang tampak hanya sebagian kaki. Bagi pasangan yang memang ingin berniat mesum tempat seperti ini sangat cocok untuk melepaskan hajat mereka. Benar saja, meski saat pembongkaran tidak ditemukan pasangan yang berbuat mesum, namun ditemukan “barang bukti” beberapa alat kontrasepsi.

Pembongkaran gubuk-gubuk yang dalam bahasa setempat popular disebut Jamur Gogop di Ali-Ali adalah “warning” atau peringatan bagi pengelola lokasi wisata di Bener Meriah yang lain untuk tetap menjaga kearifan lokal dan Syariat Islam. Kalau tetap “membandel” maka nasibnya akan sama seperti Ali-Ali.

“Bagi para pelaku wisata yang lain kita berharap perhatikanlah kearifan local, syariat Islam dan hal tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama, silahkan berusaha dalam bisnis pariwisata dan tetap jaga syariat Islam” kata Wakil Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi kepada Kabargayo usai pembongkaran Selasa, (12/9/2017).

Tgk Sarkawi, yang akrab disapa Abuya ini menyebutkan bahwa dirinya melihat ada potensi beberapa tempat wisata yang lain di Bener Meriah yang dikhawatirkan akan menjadi tempat maksiat dan melanggar syariat Islam.

“Untuk tempat-tempat seperti ini kita juga akan melakukan pendekatan agar menjadi tempat wisata yang Islami yang sesuai dengan syariat Islam, ini adalah kewajiban semua elemen masyarakat di Bener Meriah, sesuai dengan dengan moto kita Bener Meriah yang Islami”jelas Abuya Sarkawi.

Untuk Ali-Ali, Bupati Bener Meriah, Ahmadi mengatakan Ali-Ali akan ditata kembali menjadi objek wisata yang Islami.

Sebelum pembongkaran, tim gabungan operasi penertiban yang dipimpin bupati dan didampingi jajaran Muspida Plus, telah melakukan tindak persuasif dengan melakukan dialog dengan pemilik pengelola objek wisata Ali-Ali. Melalui pendekatan tersebut, pemilik akhirnya menerima pembongkaran dan bersedia tempat usahanya itu ditata agar lebih Islami.

” Diakui atau tidak bagaimanapun berkat Ali-Ali, meskipun yang dikenal negatifnya, tapi berkat Ali-Ali Bener Meriah dikenal, setelah operasi penertiban ini gubuk-gubuk yang dibongkar akan dirubah menjadi tempat duduk santai tanpa atap yang menutupi pandangan, begitu juga dengan akan dibenahi mushola agar bisa digunakan, saya telah perintahkan Muspika untuk membantu membersihkan”kata Ahmadi. Ia juga berjanji akan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap berwisata ke Ali-Ali.

“Untuk tempat wisata-wisata yang lain di Bener Meriah kita akan melakukan hal yang sama dengan berbicara dari hati ke hati demi tanggung jawab bersama untuk membangun Bener Meriah yang Islami” ujar Ahmadi. (Arsadi Laksamana)

Komentar Anda
SHARE