Pemberhentian Reje Tingkem Benyer, Ketua BPK dan Warga Datangi DPRK

0

Merasa pemberhentian Reje Kampung  secara sepihak, Ketua BPK dan sejumlah warga Tingkem Benyer datangi DPRK Bener Meriah meminta peninjauan kembali keputusan Bupati yang dikeluarkan 28 Februari 2017.

REDELONG : Fahmi Husaini Reje Kampung ( Kepala   Kampung)  Tingkem Benyer Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah dan Isramuna ( Kepala Dusun) harus menelan pil pahit akibat perbuatannya yang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana ” bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dimuka umum” sehingga keduanya dijatuhkan pidana masing-masing selama 2 ( dua) bulan. Hal tersebut tercantum dalam petikan putusan pengadilan negeri Simpang Tiga Redelong nomor 62/Pid.B/2016/PN pada tanggal 19 Desember 2016 yang lalu.

Sesuai dengan putusan negeri Simpang Tiga Redelong dengan nomor 62/Pid.B/2016/PN Str tanggal 6 Januari 2017, dengan amar putusannya Fahmi Husaini selaku Reje Kampung Tingkem Benyer terbukti secara sah melakukan tindakan pidana. Dan akibat perbuatannya Fahmi Husaini harus diberhentikan secara hormat dari jabatannya sebagai Reje Kampung dan hal tersebut dikeluarkannya Keputusan Bupati Bener Meriah nomor :141/90/SK/2017 tentang pemberhentian Reje Kampung Tingkem Benyer dan pengangkatan bedel ( Pj Reje Kampung) dalam hal tersebut dipercayakan kepada Sarahddin, SE yang juga menjabat sebagai Camat Bukit. Surat putusan Bupati tersebut diterbitkan pada tanggal 28 Februari 2017.

Namun pencopotan jabatan Reje Kampung Tingkem Benyer itu dinilai diputuskan secara sepihak, puluhan aparat kampung dan masyarakat Tingkem Benyer datangi Kantor DPRK Bener Meriah Senin (20/3/2017) guna untuk meninjau kembali putusan Bupati tersebut dan meminta Reje Kampung mereka Fahmi diaktifkan kembali. Hal tersebut disampaikan Darmika Alfin (60) Ketua BPK kampung Tingkem Benyer pada beberapa awak media di gedung DPRK setempat.

” Kami merasa putusan itu secara sepihak, karena kami sebagai aparat kampung dan sebagaimana besar masyarakat Tingkem Benyer tidak mengetahui berkas pengusulan pemberhentian yang disampaikan oleh salah seorang anggota BPK pada saya selaku ketua BPK tidak pernah mengetahuinya ” Kata Darmika Alfin.

Selain itu juga, lanjut Darmika, sebahagian besar masyarakat Kampung Tingkem Benyer masih menginginkan saudara Fahmi sebagai Reje Kampung kami. Untuk itu kedatangan kami hari ini ke DPRK ini guna untuk melakukan mediasi agar saudara Fahmi diaktifkan kembali menjadi Reje Kampung. Tutur Darmika.

Sementara itu Ketua DPRK Bener Meriah Guntarayadi, SP mengatakan, terkait pemberhentian Reje Kampung Tingkem Benyer yang diputuskan Bupati itu telah sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku untuk itu didalam peraturan itu telah menegaskan tentang pemberhentian Kepala Kampung maka untuk itu kami menyarankan kepada masyarakat Kampung Tingkem Benyer tadi agar menyelesaikan dengan baik dikampng dan saudara Fahmi tidak bisa di aktifkan kembali. Ujar Guntarayadi.

” Karena Fahmi secara sah telah melakukan tindakan pidana, yang telah tercantum dalam surat putusan pengadilan tadi maka dia harus diberhentikan secara hormat dari jabatannya ” Ujar Guntarayadi. ( Gona)


Komentar Anda
SHARE