Pelaku Pencabulan Dicambuk di Bener Meriah

REDELONG-Pelaku pencabulan berinisial JT dihukum cambuk 100 Kali di Bener Meriah.Jum’at  09/2016, sekira pukul 14.00 wib bertempat di lapangan masjid Nurul Iman, Lampahan Kecamatan Timang Gajah Bener Meriah.

Eksikusi cambuk ini juga turut dihadiri oleh Plt Bupati Bener Meriah, Kapolres Bener Meriah, Asisten 1 , Sekda Bener Meriah, Kajari Simpang Tiga Redelong yang yang diwakilkan oleh Kasi Pidum, Camat Timang Gajah, Kapolsek Timang Gajah, Kapolsek Pintu Rime Gayo, Danramil Timang Gajah, Waket kecamatan Timang Gajah dan Anggota Satpol-PP bener meriah.

Pelaksanaan hukum cambuk ini turut diwarnai oleh adanya orasi dari IPRAM (Ikatan Pemuda Rambung ) yang menuntut dinas Syariat Islam Bener Meriah agar hukuman cambuk tidak pandang bulu dan menuntut kepada pemerintah Bener Meriah untuk menegakan hukum seadil-adilnya dan meminta agar anggota DPRK Bener Meriah  yang melakukan mesum segera dihukum cambuk.

Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Somantri, S.I.K.,MS.i melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo AKP Abdul Hamid menerangkan kronologis pencabulan yang di lakukan JI kepada korban (sebut saja bunga)  yang masih usia dini dan berstatus pelajar,  kejadian terjadi pada pertengahan bulan Mei 2016, yang mana gadis ABG ini sedang berada di rumah temannya  F  yang merupakan warga kecamatan Pintu Rime Gayo, kemudian bunga di telpon oleh tersangka JI dan menyuruhnya untuk datang ke tempat yang ia katakan, bunga kemudian menuruti kemauan JI.

Setelah menemui JI yang kemudian membawa bunga ke salah satu perkebunan dengan menggunakan sepeda motor, malang nasib si gadis JI kemudian melakukan perbuatan mesum yang tidak senonoh atau tidak layak mereka lakukan. Bunga kemudian menceritakan apa yang menimpanya kepada ibunya. Sang ibu Selanjutnya melaporkan  ke pihak kepolisian sektor Pintu Rime Gayo.

Polisi kemudian melakukan introgerasi kepada bunga, Saat itu ia mengatakan perbuatan itu atas dasar suka sama suka. Oleh pihak kepolisian kepada gadis ABG tersebut, ia mengatan perbuatan tersebut dilakukan lantaran suka sama suka, pihak kepolisian kemudian menerangkan bahwa kasus ini masuk dalam pelanggaran qanun syariat Islam yang mana setiap perbuatan mesum yang dilakukan pasangan yang bukan muhrimnya, maka sangsi yang di berikan dengan hukuman cambuk sebanyak seratus kali cambuk, yang di persaksikan oleh para muspida tokoh agama, serta masyarakat setempat.(Wien Pengembara)

Komentar Anda

SHARE