Pelaku Judi Dicambuk 12 di Aceh Tengah

0

ponpes-urwatul-wutsqo-akhirnya-hentikan-hukuman-cambuk-eZjPimfKoJ

TAKENGON-Eksikusi hukuman cambuk kembali digelar di Aceh Tengah, kali ini lima terpidana Maisir (Perjudian) di hukum 12 kali cambuk. Pelaksanaan cambuk dilakukan di halaman Gedung Olah Seni  (GOS) Takengon, Selasa (26/72016).

Kelima terpidana  dinyatakan bersalah dan telah melanggar pasal 1 Qanun Aceh No 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayah jo pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP. Mereka dihukum setelah mendapat Putusan tetap dari Mahkamah Syari’a Takengon dengan nomor : 03/jn/2016/JS-TKN dan 04/JN/2016/2016/MS-TKN tanggal 18 Juli 2016.

Kajari Takengon A. Jazuli, SH mengatakan terpidana telah  menjalani masa kurungan selama 3 bulan, maka di potong tiga kali cambuk. Kelima terpidana adalah GN (23), TW (42) dan ABR (37) ketiganya warga Arul Kumer, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah. Dua terpidana lainnya adalah SK warga Bale Purnama Kecamatan Permata, Bener Meriah (28) dan MR (41) warga Reremal, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah.

Alam Syuhada Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh Tengah kepada wartawan mengatakan   hukuman cambuk yang dilakukan di hadapan publik, agar menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tindak pidana Qanun Aceh tidak kembali terulang “Siapapun yang melanggar akan kita cambuk,” ujarnya. (Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE