Pastikan Warga Malaysia “Sehat”, Shabela Datangi Hotel Tempat Menginap

  • Whatsapp
Selain memeriksa surat-surat penting (domisili-red), Bupati Aceh Tengah, Shabela Abuakar juga memastikan kesehatan warga Malaysia yang tinggal di penginapan pingir Danau Lut Tawar dalam keadaan “sehat”. (foto-putra gayo)

Kabargayo.com, Takengon; Antisipasi terhadap pendatang atau warga lokal terus dilakukan oleh pemerintah Aceh Tengah. Pos-pos pemantau diperketat untuk pemeriksaan warga. Selain itu Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar melakukan “sidak” mendadak terhadap satu penginapan di pingir danau Lut Tawar, Kecamatan Kebayakan yang dikabarkan menginap warga Malaysia.

Satu warga Malaysia bernama Noorharfizah (perempuan) menginap bersama pasangannya bernama Erjuno. Pasangan yang telah menikah ini melakukan perjalanan di Aceh Tengah setelah mendapatkan ijin tinggal dari Imigrasi, karena negaranya menerapkan Lockwdon.

Bupati yang mendapati keduanya tinggal di hotel, langsung menanyakan melalui pemilik penginapan. “Saya mau memastikan kapan dan sampai kapan warga Malaysia ini tinggal di sini. Karena situasi hari ini kita secara global tengah didera wabah Corona,” kata Shabela Abubakar, (20/4).

Menurut Shabela pihaknya hanya mamastikan keberadaan wisatawan itu. Apakah mereka masih memiliki ijin tinggal serta kesehatan. Dalam kesempatan itu Shabela langsung menelpon kepala Imigrasi Aceh Tengah. “Kalau seperti ini tidak ada masalah. Mereka datang setelah melalukan isolasi diri selama dua pekan,” terang Shabela Abubakar.

Disambung Shabela hari ini pemerintah betul-betul memantau semua pergerakan warga yang baru masuk ke Takengon, “Apalagi warga negara lain,” ucap Shabela Abubakar.

“Kita telah melihat dan mendengar bersama, bahwa dua pasangan itu memiliki ijin tinggal dan telah mengisolasi diri saat baru tiba. Kita harapkan mereka mematuhi aturan yang ada di Indonesia,” ujar Sbabela didampinggi tim Gugus Amir Hamzah.

Menurut perempuan bernama Noorharfizah warga Malaysia (selangor-red) dirinya masuk ke Indonesia melalui Medan dan berada di Takengon tertangal 14 Maret 2020 lalu. “Kami berada di Talengon ini 14 Mareet 2020 lalu,” terangnya dengan sedikit logat melayu. Berada di Aceh Tengah, selain ingin berwisata juga mencari peluang dalam berbisnis antara Aceh dan Malaysia. “Kami ingin berniaga antara Aceh dan Malaysia seperti banyak saudara-saudara kami,” kata Noor didampingi suami yang berasal Indonesia. (putra gayo/arsadi)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts