Pasar Paya Ilang Diharapkan Jadi Contoh di Aceh

TAKENGON- Bupati Aceh Tengah non aktif, Nasaruddin menegaskan Pasar Paya Ilang Takengon harus menjadi contoh di Aceh.

Hal tersebut dikatakannya ketika bersilaturrahmi dengan pedagang pasar yang melaksanakan syukuran dua tahun beroperasionalnya pasar tersebut, Senin, 2 Januari 2017.

Menurut Nasaruddin, jika selama ini pasar kadang kala dikesankan kurang bersih, tindak nyaman, kurang tertib bahkan kadang terjadi  keributan, hal tersebut tidak terjadi di pasar Paya Ilang Takengon.

“Pedagang Pasar Paya Ilang sudah membuktikan, selama dua tahun beroperasional, tidak ada masalah yang berarti, ini harus dipertahankan, kebersihan dan ketertiban pasar Paya Ilang harus menjadi contoh di Aceh,” ujar Nasaruddin.

Suasana pasar yang baik menurutnya sangat tergantung dari semua pihak yang terkait dengan pasar, namun peran utama ada pada pedagang.

Lapak dagangan adalah sebagai pengganti lahan sawah dan kebun yang menjadi sumber ekonomi keluarga, oleh karenanya harus dijaga dan dirawat dengan baik oleh para pedagang.

“Kebersihan dan kenyamanan harus dimulai dari sekitar lapak, semua pedagang diharapkan menjaga kebersihan, terutama disekitar lapak masing-masing,” ujar Nasaruddin yang saat ini sedang melaksanakan cuti diluar tanggungan negara karena mendampingi Zaini Abdullah sebagai calon Wakil Gubernur Aceh dalam Pilkada, 15 Februari 2017 mendatang.

Saat ini, Pasar Paya Ilang menjadi pusat pasar Kota Takengon dengan jumlah pedagang tetap mencapai 750 orang dan pemerintah setempat berencana untuk terus memperluas pasar dan meningkatkan pelayanannya.(REL)

SHARE